Danrem 081/DSJ: Wayang Bukan Sekadar Tontonan, tetapi Juga Penjaga Nilai Kebangsaan

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto (kelima dari kiri) dan sejumlah tokoh setempat saat menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Kabupaten Madiun, Jumat (24/7/2026) malam.(foto: Arwang)

MADIUN, CAKRAWARTA.com – Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto menilai wayang kulit tetap relevan sebagai medium untuk menanamkan nilai moral, nasionalisme, dan persatuan di tengah perubahan zaman.

Menurut Untoro, wayang tidak semata menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang dapat menjadi tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Hal itu disampaikan Untoro seusai menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Kabupaten Madiun, Jumat (24/7/2026) malam.

“Wayang merupakan tontonan sekaligus tuntunan. Dalam ceritanya banyak terkandung nilai-nilai luhur yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia,” kata Untoro.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Madiun yang menjadikan pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari peringatan hari jadi daerah. Menurut dia, kegiatan semacam itu penting untuk menjaga keberlanjutan kebudayaan sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.

Untoro mengatakan, Indonesia memiliki keragaman budaya yang menjadi salah satu kekayaan sekaligus identitas bangsa. Keragaman tersebut, menurut dia, semestinya dirawat sebagai kekuatan yang mempererat persatuan, bukan justru menjadi sumber perpecahan.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan pola hiburan masyarakat, Untoro berpandangan bahwa wayang masih memiliki ruang sebagai sarana penyampaian pesan moral dan sosial.

Melalui karakter tokoh dan alur cerita, kata dia, wayang membawa berbagai nilai, mulai dari kejujuran, keberanian, pengabdian, hingga pentingnya menjaga kebersamaan.

“Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus diwarisi, khususnya oleh generasi muda, agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujarnya.

Karena itu, Untoro berharap pagelaran kesenian tradisional tidak berhenti sebagai agenda seremonial pada momentum tertentu. Upaya pelestarian budaya, menurut dia, perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Ia menilai, pelestarian kebudayaan juga memiliki arti penting dalam memperkuat karakter dan identitas bangsa di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

“Semoga kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan dari semua pihak sehingga budaya bangsa tetap lestari dan mampu menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat,” kata Untoro.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi