Poktan Muda Sukses Buktikan Gang Sempit Bisa Menjadi Lumbung Pangan Kota

Foto bersama hadirin undangan dan Poktan Muda Sukses dalam momen tasyakuran Poktan tersebut atas keberhasilannya terdaftar di DKPP Kota Surabaya, Minggu (19/7/2026). (foto: Abdel Rafi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Slogan banda dan nekat yang identik dengan Kota Surabaya betul-betul dijiwai para pemuda arek-arek Mojoklanggru dan kelompok tani yang digagasnya. Lahan sempit di tengah gang tengah perkotaan Surabaya yang mangkrak, berhasil disulap menjadi lahan produktif pengkaryaan anak muda hingga tercipta aktivitas ekonomi.

Setelah berproses 4 tahun lebih dengan dinamika keberhasilan dan kegagalannya, kini pemuda-pemuda ini telah resmi terdaftar di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya sebagai Kelompok Tani Perkotaan (Poktan) “Muda Sukses” di Kelurahan Mojo.

Humam Prayogo, salah satu pegiat Poktan Muda Sukses menuturkan kegiatan tasyakuran tersebut pada Selasa (21/7/2026).

“Tasyakuran ini adalah wujud syukur kami setelah bertahun-tahun berproses dan beberapa bulan terakhir mulai nampak sedikit dari buah proses tersebut. Semoga yang sedikit ini ada manfaat bagi kami dan para undangan yang hadir,” ungkap Yoga -sapaan akrabnya-.

Lalu, disampaikan juga pesan dan harapan dari Pembina Poktan Muda Sukses, Bapak Yuswo.

“Harapannya, setelah ini para pemuda Mojoklanggru lebih semangat berkarya. Dari yang awalnya dana mandiri, swadaya, kini dengan diresmikannya Poktan Muda Sukses, lebih siap untuk program-program yang ditawarkan Pemkot Surabaya seperti pemanfaatan bibit hingga mengikuti lomba-lomba,” ucap Yuswo selaku Pembina Poktan Muda Sukses.

Sambutan Pembina Poktan Muda Sukses, Yuswo dalam momen tasyakuran di Surabaya, Minggu (19/7/2026). (foto: Abdel Rafi)

Agenda tasyakuran ini juga dihadiri oleh Bu Lurah Mojo, Widayati. Ia mengapresiasi Poktan Muda Sukses sebagai usaha warga jaga warga.

“Di tengah problem-problem yang ada di perkotaan, Poktan Muda Sukses diharapkan menjadi upaya menguatkan elemen-elemen sosial dan ekonomi masyarakat. Jadi, nanti tolong tetap berkoordinasi dengan PKK, Karang Taruna, hingga Ketua RT RW sebagai usaha saling jaga, ” ucap Widayati.

Widayati melanjutkan, hal-hal positif apa saja yang sekiranya bisa dilakukan oleh Poktan Muda Sukses.

“Nanti panen sayurnya bisa jadi jumat berkah, ternak telurnya bisa meningkatkan perekonomian warga RW 4 Mojo, hingga tanaman bermanfaat lain bisa menjadi edukasi bagi poktan-poktan lain,” terangnya.

Selain dihadiri pejabat publik seperti DKPP, Lurah, RW, hingga Karang Taruna, tasyakuran ini juga dihadiri poktan-poktan lain dari Kalidami hingga Ngagel yang penasaran melihat langsung kebun, kolam, dan peternakan Poktan Muda Sukses. Salah satu yang diwawancarai awak media Cakrawarta.com, adalah Poktan dari Kalidami atau Kampung Sayur Gangnam Rojo.

“Senang sekali kami melihat Poktan Muda Sukses ini, bisa jadi percontohan, lengkap semua ada. Kebun dari cabe-cabean serta hidroponik sawi, kolam budidaya lele, patin, nila, hingga peternakan ayam petelur ada semua dan cukup luas meski di tengah gang. Semoga bisa juara nanti pas ada perlombaan,” ujar Maya yang juga salah satu pegiat Kampung Sayur Gangnam Rojo. Kampung ini telah aktif berkegiatan mulai dari membuat green house, urban farming hingga mengikuti gelaran Surabaya Smart City sejak tahun 2019 sebagai Kampung Lilin.

Terakhir, Ketua Poktan Muda Sukses, Ahmad Hanafi mengungkapkan syukurnya terhadap semua pihak yang telah terlibat dalam proses ini.

Penyerahan tumpeng sebagai simbol tasyakuran dari Ketua Poktan Muda Sukses, Ahmad Hanafi, kepada Widayati, Bu Lurah Mojo, Gubeng, Surabaya, Minggu (19/7/2026). (foto: Abdel Rafi)

“Kami sebagai yang muda, tentu butuh arahan dari para bapak ibu yang berpengalaman. Terimakasih atas dukungannya, pembina kami Abah Yuswo, Bu Lurah, Perwakilan DKPP, Kartar Kota Surabaya, Pak RT, Pak RW, PKK, dan tentunya tim Poktan Muda Sukses termasuk Mas Yoga dan kawan-kawan. Alhamdulillah, kita lanjutkan perjuangan ini, ” tutup Hanafi.

Apa yang dilakukan Poktan Muda Sukses ini adalah bukti nyata bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari gang-gang sempit di tengah kota. Mereka tidak hanya menguatkan perekonomian, namun juga memberi teladan tentang cara mengabdi tanpa harus membebani.(*)

Kontributor: Abdel Rafi 

Editor: Umar Faruq