Siswa SMP Al Hikmah Surabaya Belajar Sejarah Langsung dari Para Veteran

Para veteran berfoto bersama Koordinator Talkshow SMP Al Hikmah, Sriyanto, Selasa (21/7/2026). (foto: Abdel Rafi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Suasana di SMP Al Hikmah Surabaya terasa begitu berbeda dan sarat nilai emosional. Ratusan siswa kelas 8 tidak sekadar duduk di kelas membaca buku teks sejarah yang tebal, melainkan berkesempatan emas untuk “melintasi waktu” melalui penuturan langsung para saksi sejarah.

Hal ini dituturkan Sriyanto kepada media Cakrawarta.com pada Selasa (21/7/2026), sebuah acara talk show interaktif digelar dengan kemasan hangat namun penuh khidmat, para siswa belajar bersama para Veteran Surabaya, pahlawan yang mengorbankan masa mudanya demi tegaknya kedaulatan NKRI.

Melalui talk show ini, sejarah tidak lagi terasa sebagai hafalan tahun dan nama, melainkan untaian kisah nyata yang mendebarkan. Lima Veteran yang hadir membagikan potongan-potongan perjuangan mereka di berbagai era transisi penting bangsa Indonesia. Pertama, Menghalau Migrasi Jelang G 30 S PKI. Kisah Pak Suharsono, membuka sesi dengan kisah yang mengesankan sekaligus menegangkan di masa pergolakan politik tanah air.

“Menjelang meletusnya peristiwa G 30 S/PKI, kami terlibat menghalaau warga Surabaya agar tidak pergi ke Cina dalam peristiwa sensitif itu. Sebuah tugas diplomasi lapangan yang menuntut kehati-hatian luar biasa demi menjaga keutuhan warga negara,” tutur Suharsono bersemangat.

Kisah kedua, disampaikan Pak Darmanto dan Pak Sumarjo manakala berkonfrontasi dengan Angkatan Laut Inggris di garis batas negeri.

“Saat itu suasana diliputi ketegangan, tak terbayang negara yang belum lama merdeka harus berhadapan dengan negara adidaya berkekuatan militer besar. Namun ketegangan itu mampu diatasi oleh rasa cinta tanah air yang telah terpatri dalam dada,” ujar Darmanto.

Kisah tersebut diperkuat oleh kesaksian Pak Sumarjo dalam peristiwa Dwi Kora (Dwi Komando Rakyat).

“Saat itu tugas kami sangat berat, selain harus menghadapi tentara dan kapal-kapal militer Inggris yang memasok senjata, kami juga harus berhadapan dengan saudara dekat kita, Malaysia. Sebab mereka bersekutu dengan penjajah,” lanjut Sumarjo.

Mendengar langsung kisah suka duka perjuangan melawan penjajah dan mempertahankan kedaulatan negara dari para pelakunya memberikan kesan mendalam bagi para siswa kelas 8 SMP Al Hikmah Surabaya. Melalui tatapan mata para veteran yang telah memutih rambutnya, namun tetap membara semangatnya, para siswa belajar arti sejati dari kata “Merdeka”.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Pekan ini, siswa-siswi kami belajar bahwa keamanan dan kedamaian yang mereka nikmati hari ini, dibayar mahal oleh tetesan keringat dan darah para veteran, ” tutup Sriyanto yang juga merupakan koordinator kegiatan talk show bersama veteran tersebut.

Belajar suka duka perjuangan langsung dari para pelakunya adalah cara terbaik menanamkan nasionalisme organik. Sharing bersama para veteran di SMP Al Hikmah Surabaya membuktikan bahwa ketika sejarah diceritakan dengan hati, akan menancap dalam ingatan generasi hari ini.

Kegiatan ini diharapkan juga menjadi pemantik utama bagi tumbuh suburnya nilai-nilai nasionalisme, rasa syukur, serta tanggung jawab dalam jiwa generasi muda untuk terus menjaga dan membangun Indonesia di masa depan.(*)

Kontributor: Abdel Rafi 

Editor: Umar Faruq