
MALANG, CAKRAWARTA.com – Upaya menghidupkan kembali cabang tembak reaksi di Kota Malang mulai digencarkan. Mahameru Shooting Club (MSC) bersama Perbakin Kota Malang menggelar Latihan Bersama (Latber) dan IPSC Mini Tourney Seri I yang memperebutkan Piala Bergilir Ketua Perbakin Kota Malang di Lapangan Tembak Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan petembak dari berbagai klub di Malang Raya tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan teknis atlet sekaligus memperkuat regenerasi cabang olahraga menembak, khususnya nomor tembak reaksi International Practical Shooting Confederation (IPSC).
Ketua panitia sekaligus Kepala Bidang Tembak Reaksi Perbakin Kota Malang periode 2025-2029, Bayu Sekti Wichaksono, mengatakan turnamen ini merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali aktivitas tembak reaksi yang dalam beberapa tahun terakhir relatif vakum di Kota Malang.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangkitkan kembali atmosfer kompetisi tembak reaksi sekaligus mempererat silaturahmi antarklub dan para petembak di Malang Raya. Pembinaan atlet tidak bisa berjalan tanpa adanya kompetisi yang rutin,” ujarnya.

Pada seri perdana ini, panitia mempertandingkan empat nomor, yakni Handgun Non Optic, Handgun Optic, Pistol Caliber Carbine (PCC), dan Falling Plate. Seluruh kategori dirancang untuk menguji kecepatan, akurasi, keterampilan teknis, serta kepatuhan peserta terhadap standar prosedur dan aturan IPSC.
Ketua Mahameru Shooting Club, Cahyo Hananto, menegaskan penyelenggaraan IPSC Mini Tourney merupakan bagian dari komitmen klub dalam membangun ekosistem olahraga menembak yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Menurut dia, Ketua Perbakin Kota Malang, Anas Firman Adi, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus ruang evaluasi kemampuan para petembak.
“Para petembak membutuhkan kompetisi yang berkesinambungan agar kemampuan mereka terus berkembang. Kami berharap IPSC Mini Tourney dapat menjadi agenda rutin yang melahirkan atlet-atlet berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kota Malang di tingkat regional maupun nasional,” kata Cahyo.
Sepanjang pertandingan, seluruh peserta diwajibkan mematuhi standar keselamatan (safety) sesuai regulasi IPSC. Setiap stage dirancang dengan mengedepankan aspek keamanan tanpa mengurangi tantangan teknis yang harus ditaklukkan peserta.
Perbakin Kota Malang berharap IPSC Mini Tourney Seri I menjadi titik awal kebangkitan cabang tembak reaksi di daerah tersebut. Kompetisi yang digelar secara berkelanjutan diyakini akan memperkuat pembinaan, mempercepat regenerasi atlet, serta meningkatkan daya saing olahraga menembak Kota Malang di tingkat regional hingga nasional.(*)
Kontributor: Arif Budi P
Editor: Abdel Rafi








