PDM Ponorogo Luncurkan “Hari Ber-Muhammadiyah”, Satukan Dakwah, UMKM, dan Budaya dalam Satu Gerakan

Ribuan warga Ponorogo khususnya yang berlatar belakang Muhammadiyah berkumpul bersama dalam deklarasi “Hari Ber-Muhammadiyah” di halaman Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sabtu (4/7/2026). (foto: Muh. Nurcholis)

PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo meluncurkan program “Hari Ber-Muhammadiyah’ sebagai gerakan dakwah terpadu yang menggabungkan penguatan keagamaan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan seni budaya, dan penguatan ukhuwah. Peluncuran yang digelar di halaman Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Sabtu (4/7/2026), dihadiri sekitar 8.000 warga Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo.

Program yang akan diselenggarakan secara rutin pada pekan pertama setiap bulan tersebut dirancang tidak hanya sebagai forum pengajian, tetapi juga menjadi ruang bertemunya warga Muhammadiyah melalui silaturahmi, bazar UMKM, pelayanan amal usaha, serta pertunjukan seni budaya.

Sebanyak 30 stan turut memeriahkan kegiatan, terdiri atas 16 stan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Ponorogo dan 14 stan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Beragam produk usaha mikro, layanan sosial, inovasi pendidikan, hingga layanan kesehatan diperkenalkan kepada masyarakat.

Dalam keterangannya melalui sambungan telepon pada media ini, Minggu (5/7/2026), Ketua PDM Ponorogo, Moh. Syafrudin, mengatakan bahwa “Hari Ber-Muhammadiyah” merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali dinamika persyarikatan hingga tingkat cabang dan ranting.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang thalabul ‘ilmi, tetapi juga thalabul ukhuwah untuk mempererat persaudaraan dan thalabul ghirah guna menumbuhkan semangat ber-Muhammadiyah. Ketiganya harus berjalan seiring agar dakwah Muhammadiyah semakin memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Syafrudin, Muhammadiyah membutuhkan kader yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga kepedulian sosial serta semangat menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Peluncuran program tersebut dihadiri Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, Anggota DPRD Jawa Timur Suli Da’im, Bendahara PWM Jawa Timur Zainul Muslimin, tokoh Masjid Al Fattah Tulungagung H. Sutrimo, serta Rektor UMPO Ridho Kurnianto.

Dalam tausiyahnya, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Jamaludin Ahmad, menjelaskan bahwa “Hari Ber-Muhammadiyah” dibangun di atas empat pilar utama, yakni meneguhkan akidah melalui pengajian, mencerahkan wawasan keislaman dan kebangsaan, menggembirakan dakwah melalui seni budaya, serta memberdayakan ekonomi umat melalui penguatan UMKM.

Menurut Jamaludin, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada aspek ibadah, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang berkemajuan.

Ia juga menilai kekuatan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad bertumpu pada keikhlasan para kader dalam menggerakkan organisasi.

“Selama keikhlasan tetap menjadi fondasi gerakan, Muhammadiyah akan terus mampu memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” katanya.

Jamaludin berharap model “Hari Ber-Muhammadiyah” dapat dikembangkan di berbagai daerah karena kekuatan utama Muhammadiyah berada pada cabang dan ranting yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Melalui program ini, PDM Ponorogo berupaya menghadirkan wajah dakwah yang lebih inklusif dengan memadukan pembinaan keagamaan, pemberdayaan ekonomi, penguatan budaya, dan pengembangan jejaring sosial dalam satu gerakan yang berkelanjutan.(*)

Kontributor: Muh. Nurcholis 

Editor: Abdel Rafi