Hanif Faisol Ajak Ponorogo Perkuat Swasembada Pangan Lewat Sinergi Pendidikan, Kesehatan, dan Pertanian

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol (tengah) berfoto bersama warga dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Ponorogo, Sabtu (4/7/2026). (foto: Muh. Nurcholis)

PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan tidak dapat hanya bertumpu pada sektor pertanian, melainkan memerlukan dukungan pendidikan, layanan kesehatan, serta kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Hanif saat menjalani rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026). Dalam sehari, ia menghadiri sejumlah agenda yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga konsolidasi masyarakat.

Di bidang pendidikan, Hanif menjadi pembicara pada wisuda Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Ia mendorong para lulusan agar berkontribusi melalui inovasi dan riset dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Klinik Pratama Al Manar sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Di sektor pertanian, Hanif mengikuti panen jagung di Desa Pijeran, Kecamatan Siman. Kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas petani sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.

Agenda kunjungan ditutup dengan temu kader dan relawan PAN di Kecamatan Slahung.

Dalam dialog bersama peserta, Hanif menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Ketahanan dan swasembada pangan bukan sekadar target pemerintah, melainkan fondasi utama kemandirian bangsa. Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan stabilitas pangan nasional,” ujarnya.

Menurut Hanif, keberhasilan mencapai swasembada pangan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, petani, hingga masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Suli Da’im, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai kunjungan langsung pejabat pemerintah ke daerah menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan nasional berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran beliau menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendengar langsung kondisi masyarakat, bukan hanya berdasarkan laporan,” kata Suli.

Suli juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadig yang tidak dapat hadir karena menjalankan tugas di Medan, Sumatera Utara.

Ia menambahkan, pembangunan nasional memerlukan keterpaduan antara sektor pangan, kesehatan, dan pendidikan agar mampu menghasilkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Rangkaian kunjungan kerja tersebut sekaligus menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan agenda lintas sektor yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kalangan akademisi, tenaga kesehatan, petani, pemerintah daerah, hingga masyarakat.(*)

Kontributor: Muh. Nurcholis 

Editor: Abdel Rafi