
NGADA, CAKRAWARTA.com – Letusan Gunung Lewotobi yang menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan di Flores ternyata tidak menyurutkan langkah Tenaga Ahli Lemhannas RI, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A. untuk menghadiri pembukaan Open Turnamen Mini Soccer U-12 Watutura Cup II 2026 di Kabupaten Ngada.
Perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu sekitar 90 menit melalui jalur udara dari Labuan Bajo ke Ngada mendadak berubah menjadi perjalanan darat selama kurang lebih sembilan jam setelah penerbangan dibatalkan akibat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi.
Namun bagi Farid Makruf, perubahan rencana itu bukan alasan untuk membatalkan kehadirannya di tengah anak-anak Ngada yang telah menunggu pembukaan turnamen tersebut.
“Harusnya Labuan Bajo ke Ngada terbang cuma satu setengah jam. Tapi sekarang harus jalan darat. Kalau tidak ada pembatalan penerbangan, mungkin dari tadi sudah sampai di Ngada,” kata Mayjen TNI Dr. Farid Makruf saat dihubungi tim media ini, Minggu (7/6/2026) malam.
Alih-alih menunggu jadwal penerbangan berikutnya, Farid memilih melanjutkan perjalanan menggunakan minibus menuju Ngada.
“Kita mesti naik minibus sekitar sembilan jam ke sana,” ujarnya.
Di tengah perjalanan panjang yang membelah daratan Flores itu, Farid mengaku tidak ingin mengecewakan anak-anak yang telah berlatih dan menantikan dimulainya Watutura Cup II.
“Kalau anak-anak sudah menunggu, saya harus datang,” tegas jenderal abituren 1991 yang pernah menjabat sebagai Asops Kasdam IX/Udayana periode 2013-2014 itu.
Pernyataan singkat itu menggambarkan alasan utama di balik keputusannya tetap berangkat meski harus menghadapi perjalanan berjam-jam akibat gangguan penerbangan.
Bagi sebagian orang, pembatalan penerbangan mungkin cukup menjadi alasan untuk menunda agenda. Namun bagi Farid Makruf, pembinaan generasi muda tidak boleh ikut tertunda hanya karena perubahan moda transportasi.
Turnamen Watutura Cup II sendiri bukan sekadar kompetisi sepak bola usia dini. Kegiatan yang akan digelar di Lapangan Mini SDN Watutura, Bajawa, itu dirancang sebagai ruang pembinaan karakter, sportivitas, kreativitas, dan semangat berprestasi bagi anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada dan daerah sekitarnya.
Di Watutura, nama Farid Makruf bukan sosok asing. Kehadirannya sebagai sponsor utama turnamen mendapat sambutan hangat masyarakat. Sejumlah baliho penyambutan bahkan telah terpasang di berbagai titik menuju lokasi kegiatan sebagai bentuk penghormatan atas dukungannya terhadap pengembangan olahraga usia dini di daerah tersebut.
Ketika banyak perhatian publik tersita pada kabar erupsi Gunung Lewotobi dan gangguan transportasi udara di Flores, ada cerita lain yang tumbuh di Ngada. Cerita tentang seorang jenderal yang memilih menempuh jalan lebih panjang demi memenuhi janjinya kepada anak-anak.
Watutura Cup II dijadwalkan resmi dibuka pada Senin (8/6/2026) siang. Bagi para peserta yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dasar, turnamen ini mungkin hanya sebuah kompetisi sepak bola.
Namun bagi masyarakat Ngada, perjalanan sembilan jam yang ditempuh Mayjen Farid Makruf menghadirkan pesan yang lebih besar bahwa perhatian terhadap generasi muda tidak cukup diwujudkan lewat pidato atau slogan, melainkan melalui kesediaan untuk hadir, melihat langsung, dan berjalan bersama mereka.
Di tengah tantangan geografis Flores yang tidak selalu ramah, komitmen itu menjadi bukti bahwa jarak yang jauh tidak pernah menjadi penghalang bagi mereka yang sungguh-sungguh peduli pada masa depan anak-anak bangsa.
“Semangat saya kian bertambah ketika mendapatkan informasi bahwa turnamen ini mendapatkan antusiasme tinggi peserta yang mencapai 29 tim dari Kabupaten Ngada, Nagakeo, Ende dan Manggarai, yang menunjukkan besarnya minat anak-anak bangsa di daerah untuk meraih prestasi dalam olahraga sepak bola,” pungkas Mayjen Farid Makruf. (*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi








