
TAPANULI UTARA, CAKRAWARTA.com – Harapan baru mulai tumbuh di tepian Sungai Aek Punati, Desa Hutajulu Parbalik, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara. Sebuah Jembatan Armco yang dibangun melalui program Karya Bakti TNI Skala Besar mulai dikerjakan untuk membuka akses masyarakat yang selama ini kerap terkendala kondisi geografis wilayah.
Jembatan yang merupakan bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, itu diharapkan menjadi penghubung penting bagi warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses transportasi, kehadiran jembatan dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi hambatan mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Pembangunan yang dimulai pada Jumat (5/6/2026) tersebut saat ini memasuki tahap pembuatan tembok penahan serta pengecoran tiang jembatan. Berdasarkan data di lapangan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 32 persen.
Di lokasi pembangunan, sejumlah personel Koramil 08/Parmonangan Kodim 0210/Tapanuli Utara bersama prajurit Yonif TP 906/Sanalenggam, tenaga tukang, dan warga setempat terlihat bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan yang mewarnai pembangunan infrastruktur tersebut.
Bagi warga Parmonangan, jembatan bukan sekadar sarana penyeberangan. Infrastruktur itu diyakini akan memangkas waktu tempuh perjalanan, mempermudah akses menuju pusat pelayanan publik, serta memperlancar pengangkutan hasil pertanian menuju pasar.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan pembangunan Jembatan Armco merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di daerah.
“Melalui program Karya Bakti TNI, kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, mendorong aktivitas ekonomi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan fisik, Jembatan Armco Aek Punati diharapkan menjadi simbol hadirnya konektivitas di wilayah pedalaman. Ketika bentang baja itu kelak berdiri kokoh di atas sungai, yang terhubung bukan hanya dua tepian, melainkan juga peluang ekonomi, akses pelayanan, dan harapan baru bagi masyarakat Parmonangan.(*)
Kontributor: Johannes
Editor: Abdel Rafi








