
SEOUL, CAKRAWARTA.com – Dunia drama Korea kembali dikejutkan oleh kemunculan satu judul yang awalnya nyaris luput dari perhatian publik. Namun hanya dalam hitungan pekan, My Royal Nemesis tiba-tiba berubah menjadi fenomena baru industri hiburan Korea Selatan.
Drama fantasi-romantis yang dibintangi Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun itu mencatat lonjakan rating yang dianggap langka di era modern K-drama. Episode kelimanya sukses meraih rating nasional 9,5% yang artinya melonjak drastis sebesar 3,5% hanya dari episode sebelumnya. Di wilayah Seoul, drama ini bahkan menyentuh angka 8,8%.
Kenaikan ekstrem tersebut langsung memicu perbincangan luas di komunitas hiburan Korea. Banyak pengamat menyebut pencapaian itu sebagai “anomali baru” di tengah tren penonton televisi yang selama beberapa tahun terakhir justru terus terfragmentasi akibat dominasi platform streaming.
Yang membuat booming popularitas ini terasa lebih mengejutkan adalah fakta bahwa My Royal Nemesis tidak memulai debutnya sebagai drama unggulan dengan ekspektasi raksasa seperti kebanyakan serial prime time Korea lainnya. Namun perlahan, serial ini membangun kekuatan dari mulut ke mulut, potongan adegan viral di media sosial, hingga chemistry “chaotic romance” dua pemeran utamanya yang dinilai tidak biasa.
Penonton muda terutama ramai membicarakan dinamika karakter yang dianggap “toxic tapi adiktif”, dipadukan dengan humor absurd dan alur fantasi yang terus memancing rasa penasaran. Formula itu membuat drama ini berkembang menjadi tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memicu budaya diskusi daring yang intens.
Fenomena tersebut juga mulai memunculkan perhatian besar di platform streaming global seperti Netflix. Sejumlah forum penggemar internasional bahkan mulai menyebut drama ini sebagai “dark horse” terbesar tahun ini, sebuah istilah untuk karya yang awalnya diremehkan namun booming dan melesat menjadi hit besar.
Analis industri hiburan Korea menilai keberhasilan serial ini menunjukkan adanya perubahan selera penonton. Di tengah dominasi drama bertabur bintang besar dan produksi mahal, publik justru mulai mencari cerita yang terasa liar, emosional, dan tidak terlalu “dipoles sempurna”.
Kondisi itu membuat Seoul Broadcasting System atau SBS berada dalam posisi sangat diuntungkan. Jika tren kenaikan rating terus berlanjut dalam beberapa episode ke depan, banyak pihak meyakini My Royal Nemesis berpotensi menjadi salah satu hit terbesar SBS tahun ini, sekaligus drama yang mengubah peta persaingan K-drama 2026.
Kini, pertanyaan terbesar bukan lagi apakah drama ini sukses atau tidak. Pertanyaan yang mulai ramai dibahas justru, seberapa besar booming dari My Royal Nemesis akan menjadi sebelum musim penayangannya berakhir? (*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel








