
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi PAN, Suli Da’im, mengingatkan para orang tua dan calon murid baru agar mencermati seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 untuk jenjang SMA dan SMK. Pemahaman terhadap mekanisme dan jadwal dinilai penting agar proses pendaftaran tidak terkendala persoalan administratif.
Menurut Suli, setiap jalur penerimaan memiliki tahapan dan jadwal berbeda sehingga masyarakat perlu memperhatikan detail proses sejak awal.
“Orang tua dan calon siswa harus benar-benar memahami jadwal serta mekanisme tiap jalur. Jangan sampai terlambat karena kurang memahami tahapan pendaftaran,” kata Suli di Surabaya, Senin (18/5/2026).
Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim itu menjelaskan, tahapan awal SPMB dimulai dari pra-pendaftaran yang meliputi entry data, verifikasi dan pembetulan nilai rapor, pengambilan PIN, hingga latihan pendaftaran secara daring melalui laman resmi SPMB Jawa Timur.
Setelah tahapan pra-pendaftaran, proses seleksi dibagi dalam empat jalur utama, yakni jalur domisili, jalur afirmasi dan mutasi orang tua/wali serta prestasi lomba, jalur prestasi akademik SMA, dan jalur prestasi akademik SMK.
Untuk jalur domisili SMA dan SMK, pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Juni 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 13 Juni 2026.
Tahap berikutnya, yakni jalur afirmasi, mutasi orang tua/wali, dan prestasi lomba SMA/SMK, dibuka pada 17-18 Juni 2026.
Sementara itu, jalur prestasi akademik SMA dijadwalkan pada 24-25 Juni 2026. Adapun jalur prestasi akademik SMK berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
Suli menilai sistem SPMB yang disusun Dinas Pendidikan Jawa Timur kini lebih terstruktur dan memberi ruang lebih adil bagi calon murid sesuai potensi dan jalurnya masing-masing.
“SPMB sekarang lebih tertata. Karena itu masyarakat harus memahami syarat dan tahapan tiap jalur agar peluang diterima di sekolah tujuan lebih besar,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat aktif mencari informasi resmi dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.
“Pantau informasi resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Timur dan laman resmi SPMB agar tidak terjadi kesalahan informasi,” katanya.
Selain itu, Suli meminta calon murid maupun orang tua tidak ragu meminta pendampingan kepada sekolah atau Cabang Dinas Pendidikan setempat apabila mengalami kesulitan saat proses pendaftaran daring.
Menurut dia, komunikasi aktif antara sekolah, Cabang Dinas Pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci agar pelaksanaan SPMB berjalan tertib, transparan, dan minim persoalan teknis.
Mantan Ketua Umum PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur itu berharap seluruh tahapan SPMB 2026 dapat berlangsung lancar sehingga akses pendidikan bagi calon murid baru tetap terbuka secara adil dan merata.
“Kami berharap seluruh calon murid baru dapat memperoleh sekolah sesuai jalur dan ketentuan yang berlaku. Karena itu seluruh tahapan harus benar-benar diperhatikan,” ujar Suli.(*)
Kontributor: Muh. Nurcholis
Editor: Abdel Rafi








