
TULUNGAGUNG, CAKRAWARTA.com – Pada usia yang telah mencapai 83 tahun, Mbah Kemi akhirnya menyaksikan impian sederhana yang selama puluhan tahun ia pendam perlahan menjadi kenyataan: memiliki rumah yang kokoh dan layak huni.
Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, itu sebelumnya tinggal di rumah berdinding gedek dari anyaman bambu. Kondisi bangunan yang rapuh membuat rumah tersebut kurang aman dan tidak lagi memadai untuk menopang kehidupan sehari-hari seorang lanjut usia.
Melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), rumah Mbah Kemi kini berubah secara bertahap. Dinding anyaman bambu telah digantikan dengan bata ringan, sementara struktur bangunan terus dikerjakan secara gotong royong.
Pada Senin (18/5/2026), Serma Danny, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tanjungsari dari Koramil 0807/02 Boyolangu, bersama warga kembali melanjutkan pembangunan dengan memasang balok-balok kayu yang akan menjadi rangka atap rumah.
Tahap tersebut menandai perkembangan penting karena rumah yang lama diimpikan Mbah Kemi semakin mendekati penyelesaian.
“Pemasangan balok kayu ini merupakan tahapan krusial karena akan menjadi penyangga utama atap. Setelah tahap ini selesai, pembangunan dapat segera dilanjutkan ke proses penutupan atap,” ujar Danny.
Bagi Mbah Kemi, renovasi itu bukan semata perubahan bentuk bangunan, melainkan juga hadirnya harapan baru di penghujung usia. Rumah yang lebih kokoh diharapkan memberi rasa aman dan nyaman untuk menjalani hari-hari dengan lebih tenang.
“Harapan kami, setelah rumah ini selesai, Mbah Kemi dapat tinggal dengan lebih aman, sehat, dan nyaman. Semoga beliau menikmati masa tua dengan tenang dan bahagia,” kata Danny.
Program Rutilahu yang dikerjakan melalui semangat gotong royong tersebut menjadi wujud kepedulian bersama terhadap warga kurang mampu. Kehadiran Babinsa dalam proses pembangunan itu juga menunjukkan peran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi turut membantu mengatasi kesulitan masyarakat.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








