“Perfect Crown” Berakhir Sukses tapi Dua Bintang Utamanya Malah Minta Maaf, Ada Apa?

Dua pemeran utama drama Korea yang baru saja berakhir, Byeon Woo Seok dan IU. (foto: instagram/byeonwooseok)

SEOUL, CAKRAWARTA.com – Drama Korea “Perfect Crown” memang tamat dengan raihan rating tinggi. Namun di balik kesuksesan itu, publik Korea Selatan justru diguncang gelombang kritik yang belum mereda. Bukan soal akting atau chemistry pemain, melainkan tuduhan distorsi sejarah yang menyeret dua bintang terbesarnya, Byeon Woo Seok dan IU.

Dalam perkembangan yang mengejutkan penggemar, keduanya memilih meminta maaf secara terbuka kepada publik. Langkah itu dinilai langka di industri hiburan Korea, terlebih karena permintaan maaf dilakukan secara personal dan emosional, bukan melalui agensi semata.

Byeon Woo Seok mengunggah surat tulisan tangan di media sosial setelah gelombang kritik terhadap “Perfect Crown” terus membesar sejak episode perdana tayang di MBC. Aktor yang tengah berada di puncak popularitas itu mengakui dirinya kurang peka terhadap implikasi sejarah dalam cerita drama tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya gagal mempertimbangkan pesan sosial yang lebih luas sebelum menerima proyek tersebut. Dalam pernyataannya, Byeon Woo Seok berjanji akan lebih berhati-hati memilih peran dan menelaah dampak historis sebuah karya sebelum terlibat di dalamnya.

Tak lama berselang, IU ikut menyampaikan permintaan maaf resmi yang bahkan lebih emosional. Aktris sekaligus solois papan atas Korea itu mengaku merasa malu karena dianggap kurang memiliki kesadaran sejarah dalam proyek yang seharusnya menghormati warisan budaya Korea.

IU mengakui dirinya tidak meneliti naskah secara mendalam sebelum syuting dimulai. Ia juga menyebut kritik publik dan sejarawan menjadi tamparan keras yang membuatnya mengevaluasi ulang tanggung jawab moral seorang aktor terhadap karya yang dibintanginya.

Kontroversi “Perfect Crown” sendiri berkembang liar di media sosial Korea sejak drama tersebut dituding menampilkan penggambaran sejarah yang tidak akurat dan dinilai berpotensi menyesatkan generasi muda. Meski rating finalnya menyentuh 13,8 persen, tekanan publik justru meningkat menjelang episode penutup.

Fenomena ini memunculkan diskusi baru di industri hiburan Korea Selatan yaitu apakah aktor hanya “membintangi” sebuah cerita, atau juga ikut bertanggung jawab atas pesan sejarah di baliknya?

Di tengah budaya K-drama yang selama ini identik dengan citra glamor dan strategi promosi sempurna, permintaan maaf terbuka dari Byeon Woo Seok dan IU dianggap sebagai sinyal bahwa publik Korea kini semakin keras menuntut akuntabilitas moral dari para selebritas.

Dan ironisnya, ketika “Perfect Crown” sukses secara rating, drama itu justru dikenang bukan karena akhir ceritanya, melainkan karena dua bintang utamanya memilih menundukkan kepala di hadapan publik. (*)

Kontributor: Rika

Editor: Rafel