Silaturahim ke Pesantren Bayt Al-Hikmah, Al Yasmin Dorong Penguatan Keterampilan Digital Santri

Diskusi antara tim Pesantren Bayt Al-Hikmah, Pasuruan dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya di Pasuruan, Senin (11/5/2026) terkait pesantren, santri dan dunia digital.(foto: Fitrah)

PASURUAN, CAKRAWARTA.com – Pesantren Digipreneur Al Yasmin melakukan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Pasuruan, Senin (11/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antarpesantren dalam memperkuat kompetensi santri di bidang teknologi dan keterampilan digital.

Kunjungan itu disambut langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, H. Nailur Rochman atau Gus Amak, bersama jajaran kepala sekolah dan kepala bidang di lingkungan pesantren. Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sejumlah peluang kerja sama pendidikan dan pengembangan kapasitas santri di era digital.

Beberapa program yang direncanakan antara lain pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi santri SMK Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah di Pesantren Digipreneur Al Yasmin, kelas tamu bersama praktisi digital, program outing class, hingga penguatan pengelolaan humas yayasan dan unit pendidikan pesantren.

Gus Amak menilai kunjungan tersebut membawa perspektif baru mengenai pentingnya profesionalitas dan keterampilan digital bagi santri di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Alhamdulillah, kami merasa terhormat atas kedatangan tim Pesantren Digipreneur Al Yasmin. Kami mendapatkan banyak pandangan bahwa santri juga perlu memiliki profesionalitas dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Gus Amak.

Menurut dia, penguatan kemampuan digital kini menjadi kebutuhan penting agar santri mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.

“Santri hari ini perlu memiliki keterampilan yang dapat menunjang masa depan di tengah berkembangnya industri digital. Yang kami sukai dari Pesantren Digipreneur Al Yasmin adalah tidak hanya memperkuat ilmu agama, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, dan keterampilan profesional santri,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi para santri, terutama dalam memahami proses kreatif dan profesional di industri digital.

“Santri tidak hanya diajarkan mengejar viralitas, tetapi juga memahami proses dan sisi profesional dalam menghasilkan produk digital. Dengan begitu, mereka memiliki karakter dan kompetensi yang kuat, khususnya di dunia digital,” tuturnya.

Sementara itu, dalam keterangannya pada media ini, Jumat (15/5/2026), Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Helmy M. Noor, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan berbasis digital di lingkungan pesantren.

“Kami bersyukur dapat bersilaturahim dan berdiskusi langsung dengan keluarga besar Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk membangun sinergi dalam menciptakan program pengembangan santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Helmy.

Menurut dia, penguasaan keterampilan digital dapat menjadi bekal penting bagi santri ketika terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.

“Kami ingin santri tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kreativitas, inovasi, dan kompetensi yang menjadi nilai tambah di masa depan,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, kedua pesantren berharap dapat menghadirkan program-program kolaboratif yang memperkuat kualitas sumber daya santri sekaligus mendorong lahirnya generasi pesantren yang adaptif terhadap perkembangan era digital.(*)

Kontributor: Fitrah

Editor: Abdel Rafi