
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Kemampuan mengajar saja dinilai tak lagi cukup bagi guru di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat. Guru dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dorongan itu mengemuka dalam Pelatihan Guru Transformasi Digital Pembelajaran melalui Google Workspace for Education yang digelar Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Diwek, mulai Rabu (12/8/2026) hingga hari ini, Kamis (13/8/2026).
Pelatihan tersebut diikuti para guru di wilayah Kecamatan Diwek yang telah lulus sertifikasi. Kegiatan dibagi dalam dua gelombang selama dua hari untuk memperkuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Ketua KKMI Kecamatan Diwek, Adi Purnomo, mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk membuat guru semakin inovatif, kolaboratif, dan produktif.
“Terutama di era digital seperti sekarang,” ujar Adi, Kamis.
Menurut dia, guru memegang peran penting dalam menentukan kualitas pembelajaran. Karena itu, teknologi perlu dimanfaatkan bukan sekadar sebagai perangkat tambahan, tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Pelatihan ini mendorong agar guru bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya dalam pembelajaran di madrasah masing-masing,” kata Adi yang juga Kepala MI Islamiyah Bendet.
Pengawas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Saiful Hadi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap peserta tidak hanya memahami teknologi selama pelatihan, tetapi juga mampu menerapkannya setelah kembali ke lembaga masing-masing.
“KKMI Diwek merupakan pelopor utama dalam pelatihan transformasi digital pembelajaran ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil pelatihan harus berlanjut dalam praktik pembelajaran.
“Setelah kegiatan ini tidak ada guru yang tidak bisa dalam hal teknologi. Dan setelah kegiatan ini harus diterapkan di madrasah masing-masing,” katanya.
Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Unhasy, Khoirul Umam, menilai perubahan zaman menuntut para pengelola lembaga pendidikan dan pendidik untuk terus beradaptasi.
Menurut dia, pengelola pendidikan harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengikuti perkembangan.
“Orang yang mengelola lembaga pendidikan harus kober, gelem dan pinter. Dan menjadi seorang pendidik harus mengikuti perubahan zaman,” pesannya.
Sementara itu, narasumber Asriana Kibtiyah menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak berhenti pada penggunaan perangkat digital. Perubahan yang lebih penting adalah perubahan cara pandang guru terhadap proses belajar dan perkembangan peserta didik.
“Kalau ingin mencapai hasil yang baik, kita harus melakukan perubahan,” ujarnya.
Asriana mengatakan setiap anak memiliki jalur perkembangan psikologis masing-masing. Karena itu, guru perlu memahami perbedaan tersebut dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran.
“Maka seorang guru harus bisa merubah cara pandang guru, cara mengajar, pemanfaatan teknologi dan makna yang diperoleh siswa,” katanya.
Menurut dia, transformasi pembelajaran terjadi ketika siswa menjadi lebih aktif dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna serta relevan.
“Tugas seorang guru adalah menciptakan ruang pertumbuhan dan perkembangan bagi siswa,” paparnya.
Materi kemudian dilanjutkan oleh narasumber kedua, Sharoni, yang memberikan pembekalan teknis mengenai penggunaan Google Workspace for Education (GWS).
Kepala MI Miftakhul Ulum Jatipelem tersebut menjelaskan pemanfaatan akun GWS untuk mendukung kebutuhan pembelajaran, termasuk penggunaan berbagai perangkat digital yang dapat membantu guru dalam menyiapkan materi dan perangkat pembelajaran.
Rangkaian pelatihan ditutup dengan praktik langsung penggunaan Google Workspace for Education. Para peserta mempraktikkan pembuatan modul ajar dan perangkat pembelajaran lainnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya membuat guru lebih familiar dengan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan cara mengajar agar pembelajaran semakin aktif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan zaman.(*)
Kontributor: Khusnul Khatimah
Editor: Abdel Rafi








