
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melalui kunjungan silaturahmi pada Selasa (28/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi dan kewirausahaan.
Rombongan pesantren dipimpin pendirinya, Helmy M. Noor, dan disambut langsung oleh Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Akhmad Fauzi, bersama jajaran pimpinan kampus.
Dalam pertemuan tersebut, Helmy memaparkan sejumlah program unggulan pesantren, antara lain Pesantren Mahasiswi, Talenta Digital Santri, Majelis Dzikir dan Sholawat, serta Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Yasmin. Program-program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas santri dan generasi muda agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Silaturahmi ini menjadi ruang belajar bagi kami. Banyak hal yang bisa kami adopsi untuk mengembangkan program pemberdayaan yang lebih luas dan berdampak,” ujar Helmy.
Ia menilai, kolaborasi dengan perguruan tinggi berbasis teknologi akan membuka peluang penguatan ekosistem santri yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif dan kompetitif di era digital.
Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Akhmad Fauzi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai, semangat kewirausahaan yang dibangun Pesantren Digipreneur Al Yasmin sejalan dengan visi kampus dalam mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi.
“Banyak potensi kerja sama yang bisa dikembangkan, mulai dari pemanfaatan hasil riset, penguatan program akademik, hingga pembinaan mahasiswa berbasis pesantren,” kata Fauzi.
Menurut dia, UPN Veteran Jawa Timur memiliki sumber daya yang dapat disinergikan, termasuk mahasiswa, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pesantren, serta fasilitas laboratorium digital untuk mendukung transformasi teknologi.
“Kami memiliki mahasiswa dan program yang bisa dikolaborasikan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren,” ujarnya.
Usai pertemuan, rombongan meninjau sejumlah fasilitas kampus, seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, laboratorium digital terpadu, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Mereka juga melihat berbagai inovasi hasil karya sivitas akademika.
Kedua pihak optimistis, sinergi ini dapat berlanjut dalam bentuk program konkret yang mendorong kemajuan pendidikan, penguatan kewirausahaan, serta pemberdayaan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman, dengan tetap berlandaskan nilai keagamaan.(*)
Kontributor: Fitrah
Editor: Abdel Rafi








