
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Wakil Dekan II FISIP Universitas Airlangga, Safril A Mubah, mengajak masyarakat memperkuat silaturahmi sebagai penopang ketahanan sosial di tengah situasi global yang kian tidak menentu.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UNAIR yang digelar di Aula Masjid Ulul Azmi, Kampus C UNAIR, Surabaya, Sabtu (4/4/2026) malam.
Dalam tausiyahnya, Safril menegaskan bahwa silaturahmi memiliki nilai fundamental, tidak hanya dalam kehidupan sosial di dunia, tetapi juga dalam perspektif keimanan.
Ia mengutip ajaran Al-Qur’an tentang pentingnya kesabaran, salat, serta infak baik secara terbuka maupun tersembunyi, sebagai jalan menuju kebaikan dan balasan surga.
“Silaturahmi yang terus dijaga akan mempertemukan kita kembali, tidak hanya di dunia, tetapi juga bersama orang-orang saleh, para ulama, hingga Rasulullah,” ujarnya.
Menurut Safril, kesabaran menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni kehidupan, terlebih dalam konteks global yang tengah diliputi ketegangan. Ia menyinggung dinamika geopolitik internasional yang berpotensi memicu instabilitas luas jika tidak disikapi dengan bijak.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, kesabaran menjadi sangat penting. Tanpa kesabaran, potensi konflik bisa berkembang menjadi kekacauan yang lebih besar, termasuk dampaknya bagi Indonesia,” kata doktor HI lulusan Taiwan itu.
Ia juga mengajak peserta menjadikan momentum bulan Syawal sebagai ruang refleksi diri. Silaturahmi, menurut dia, bukan sekadar tradisi, tetapi upaya aktif memperbaiki hubungan yang renggang dan memperkuat persaudaraan.
“Ini saatnya kita mengevaluasi diri, saling memaafkan, meminta restu, serta memperbaiki hubungan yang sempat retak. Silaturahmi adalah jembatan untuk menyambung kembali yang terputus,” ujarnya.
Fenomena maraknya kegiatan reuni pada bulan Syawal, lanjut Safril, merupakan praktik positif yang perlu terus dirawat sebagai bagian dari penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.
Kegiatan Halal Bihalal KMNU UNAIR tersebut dihadiri Ketua ISNU Airlangga, Abdulloh Machin, sejumlah tokoh Nahdliyyin seperti Ahmad Syauqi, serta perwakilan organisasi mahasiswa seperti PMII Airlangga. Hadir pula salah satu pendiri KMNU UNAIR, Bustomi Menggugat.
Acara yang terbuka untuk umum itu menjadi ruang pertemuan lintas elemen Nahdliyyin dan civitas akademika untuk memperluas jaringan silaturahmi, berbagi pengetahuan, serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.(*)
Kontributor: Umar Faruq
Editor: Abdel Rafi



