Friday, March 27, 2026
spot_img
HomeEkonomikaDaerahJembatan Perintis Garuda Buka Akses Warga Madiun Raya, Program Berlanjut ke Tahap...

Jembatan Perintis Garuda Buka Akses Warga Madiun Raya, Program Berlanjut ke Tahap Berikutnya

Seorang warga Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (27/3/2026), nampak memanfaatkan Jembatan Perintis Garuda yang dibangun oleh jajaran Korem 081/DSJ untuk kegiatan sehari-hari. (foto: Arwang)

MADIUN, CAKRAWARTA.com – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di sejumlah wilayah Madiun Raya, jajaran Korem 081/DSJ, menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial.

Salah satu jembatan yang dirasakan manfaatnya berada di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Kepala Desa Bendosewu, Isnari, menuturkan jembatan tersebut telah menjawab kebutuhan mendasar warga yang selama ini terkendala akses.

“Jembatan ini sangat penting bagi warga kami. Selama ini akses menjadi kendala utama, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan anak-anak, maupun pengangkutan hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah dan aman,” ujar Isnari pada media ini, Jumat (27/3/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan TNI atas pembangunan jembatan tersebut. Menurut dia, keberadaan infrastruktur itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Manfaat serupa dirasakan warga di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Jembatan yang dibangun di Desa Prigi mempermudah akses warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Warga kini dapat beraktivitas dengan lebih cepat untuk bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan,” kata Sugeng Rianto, warga setempat.

Jembatan sepanjang 38 meter tersebut menghubungkan tiga desa, yakni Prigi, Margomulyo, dan Karanggandu. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh jalur memutar yang cukup jauh untuk berpindah antarwilayah.

Di Kabupaten Nganjuk, keberadaan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bagorwetan, Kecamatan Sukomoro, juga menjadi penghubung penting dengan Desa Puhkerep di Kecamatan Rejoso. Warga setempat, Suwito, mengaku jembatan baru tersebut menggantikan jembatan lama yang sudah tidak layak digunakan.

“Saya sangat gembira dengan dibangunnya jembatan ini. Sebelumnya memang sudah ada jembatan, tetapi kondisinya tidak layak pakai,” ujarnya.

Kini, jembatan tersebut menjadi penopang utama berbagai aktivitas warga, mulai dari ekonomi hingga akses layanan dasar.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan, Program Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud kehadiran negara dalam menjawab keterbatasan aksesibilitas masyarakat di daerah.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya terkait aksesibilitas guna mendukung aktivitas sehari-hari,” ujar Untoro.

Ia berharap, pembangunan jembatan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses yang semakin terbuka, aktivitas warga diharapkan meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ke depan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda akan dilanjutkan ke tahap berikutnya. Korem 081/DSJ telah meninjau sejumlah titik calon lokasi, meski sebagian di antaranya belum memenuhi persyaratan teknis.

“Kami akan mencari dan menetapkan titik sasaran baru agar program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Untoro.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular