Wednesday, March 18, 2026
spot_img
HomeInternasionalPakar HI UNAIR: Serangan ke Elite Iran Picu Konsolidasi, Risiko Krisis Mengintai

Pakar HI UNAIR: Serangan ke Elite Iran Picu Konsolidasi, Risiko Krisis Mengintai

Pakar HI UNAIR, Mohammad Ayub Mirdad. (foto: dokumen pribadi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Serangan yang menargetkan elite keamanan Iran, termasuk dugaan tewasnya tokoh kunci Ali Larijani, dinilai akan mendorong konsolidasi kekuasaan di dalam negeri, namun sekaligus menyimpan risiko krisis dalam jangka panjang.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Airlangga (HI UNAIR), Mohammad Ayub Mirdad, mengatakan, dalam situasi konflik terbuka dengan Israel dan Amerika Serikat, tekanan terhadap elite justru memperkuat soliditas internal rezim.

“Serangan terhadap elite akan mendorong Iran menutup barisan. Kekuasaan cenderung terpusat pada aktor-aktor keamanan seperti Garda Revolusi Iran, dan respons yang muncul adalah eskalasi, bukan kompromi,” ujar Ayub saat dihubungi redaksi media ini, Rabu (18/3/2026).

Sejumlah laporan menyebutkan, Ali Larijani yang merupakan tokoh berpengaruh dalam struktur keamanan Iran, tewas dalam serangan udara di tengah meningkatnya konflik kawasan.

Menurut Ayub, dalam jangka pendek, kondisi tersebut justru memperkuat daya tahan rezim karena adanya persepsi ancaman eksternal yang tinggi.

Namun, dalam jangka panjang, pola penargetan terhadap elite strategis dinilai berpotensi menggerus fleksibilitas politik dan memperbesar kerentanan internal.

“Ketika figur-figur kunci terus hilang, kemampuan rezim untuk bernegosiasi dan mengelola konflik menjadi berkurang. Ini membuat sistem terlihat kuat di permukaan, tetapi sebenarnya lebih rapuh dan rentan krisis,” katanya.

Ia menambahkan, konsentrasi kekuasaan yang semakin sempit pada kelompok keamanan juga berisiko memperkeras kebijakan domestik maupun luar negeri, sehingga memperpanjang konflik dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam konteks geopolitik, dinamika tersebut dinilai dapat memperbesar potensi eskalasi, sekaligus mempersempit ruang diplomasi yang selama ini menjadi salah satu jalan keluar konflik.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular