
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Surabaya menggelar kegiatan Ramadhan Student Talk di Aula Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pada Sabtu (14/3/2026). Forum diskusi tersebut diikuti lebih dari 60 pelajar SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Surabaya yang merupakan perwakilan pengurus OSIS.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan itu mengangkat tema “Ramadhan & The Rise of Conscious Youth: Iman, Kesadaran Kritis, dan Kepemimpinan Generasi Muda dalam Menentukan Arah Masa Depan Indonesia.”
Melalui forum tersebut, pelajar diajak memperkuat kesadaran intelektual, spiritual, serta kepemimpinan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi PD PII Kota Surabaya dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai fasilitator tempat, serta dukungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengapresiasi inisiatif PII yang menghadirkan ruang dialog bagi pelajar di luar pembelajaran formal sekolah. “Forum seperti ini penting karena pelajar tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan ruang berdiskusi dan bertukar gagasan dengan mahasiswa sehingga perspektif mereka semakin luas,” ujarnya.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Minggu (15/3/2026), Ketua Umum PD PII Kota Surabaya Dede Muhtadin mengatakan, organisasi Pelajar Islam Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pembinaan generasi muda sejak masa awal kemerdekaan.
Menurut dia, PII sejak lama menjadi wadah pengembangan karakter, moral, dan kepemimpinan pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga mahasiswa. “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, maupun organisasi masyarakat,” kata Dede.
Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu masa depan bangsa. “Jika pendidikan dikelola dengan baik, akan lahir generasi berkualitas yang mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, salah satu isu yang dibahas adalah tantangan idealisme generasi muda di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.
Dalam forum itu, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur Muhammad Aqmaddin menilai, menurunnya idealisme sebagian generasi muda dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, hingga pergaulan sosial.
Menurut dia, pelajar saat ini juga menghadapi tekanan aktivitas akademik yang padat sehingga ruang refleksi dan diskusi sering kali terbatas. “Pelajar hari ini memiliki jadwal yang sangat padat. Karena itu, ruang diskusi seperti ini penting agar mereka dapat memperkuat prinsip hidup dan arah masa depan,” ujar Ketua BEM Universitas Islam Lamongan itu.
Sementara itu, Koordinator Daerah BEM SI Kota Surabaya Bima Dharma menyoroti tantangan generasi muda di era digital, terutama maraknya disinformasi dan hoaks di ruang media sosial.
Menurut dia, pelajar perlu memiliki literasi digital dan kemampuan berpikir kritis agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi. “Setiap informasi harus diverifikasi. Kemampuan membaca data dan membangun argumen yang objektif sangat penting bagi generasi muda,” kata Bima, Ketua BEM Telkom University Surabaya itu.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari para pelajar yang hadir. Para peserta mengaku kegiatan tersebut memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan gagasan dan pandangan mengenai isu pendidikan serta kehidupan sosial.
Melalui kegiatan ini, PII Kota Surabaya berharap pelajar dapat semakin aktif mengembangkan pemikiran kritis, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Ke depan, PII Surabaya berencana melanjutkan program pendampingan pelajar melalui diskusi dan pelatihan kepemimpinan di berbagai sekolah.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi



