Friday, March 6, 2026
spot_img
HomePendidikanMasjid Roudlotul Falah Peringati Nuzulul Qur’an, KH Ainul Yaqin Ungkap Rahasia Lailatul...

Masjid Roudlotul Falah Peringati Nuzulul Qur’an, KH Ainul Yaqin Ungkap Rahasia Lailatul Qadar

KH Ainul Yaqin dari MUI Jatim (berdiri di mimbar) saat menyampaikan tausiyah peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Roudlotul Falah, Gubeng, Surabaya, Kamis (5/3/2026) malam. (foto: Cakrawarta).

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Masjid Roudlotul Falah yang berada di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, menggelar peringatan Nuzulul Qur’an pada Kamis (5/3/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu menghadirkan KH Ainul Yaqin, M.Si., Apt yang merupakan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur sekaligus Ketua Pusat Halal Universitas Airlangga, serta qori internasional, Ustadz Zulfikar.

Ratusan jamaah memadati masjid sejak sebelum shalat tarawih untuk mengikuti tausiyah dan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Dalam ceramahnya, KH Ainul Yaqin mengajak umat Islam menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Siapa yang ingin menjadi orang bertakwa, petunjuknya ada di Al-Qur’an. Jika ingin selamat di dunia dan akhirat, kembalilah kepada Al-Qur’an,” ujar Ainul Yaqin di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan ketika Nabi sedang berkhalwat di Gua Hira. Peristiwa itu menjadi awal turunnya wahyu yang kemudian disampaikan secara bertahap kepada umat manusia.

Tanggal 17 Ramadhan, kata Ainul Yaqin, juga berkaitan dengan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni dimulainya Perang Badar, meskipun terjadi pada tahun yang berbeda dengan turunnya wahyu pertama.

Lebih jauh, Ainul Yaqin menjelaskan proses turunnya Al-Qur’an dalam perspektif keilmuan Islam. Ia menyebutkan bahwa Al-Qur’an pertama kali ditetapkan di Lauhul Mahfudz sebelum kemudian diturunkan ke Baitul Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar.

“Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah pada malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Menurut dia, malam Lailatul Qadar yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan sengaja dirahasiakan waktunya. Tujuannya agar umat Islam bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah sepanjang bulan Ramadhan.

Ia menuturkan, para ulama pada masa lalu bahkan sudah mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sejak jauh hari.

“Para ulama dahulu berdoa sejak bulan Rajab agar dipertemukan dengan Ramadhan. Mereka ingin menjalani Ramadhan dengan penuh ibadah,” katanya.

Doa yang sering dipanjatkan, lanjutnya, adalah Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana, yang berarti memohon keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban serta dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Dalam kesempatan itu, Ainul Yaqin juga mengapresiasi Masjid Roudlotul Falah yang dinilai mampu menghadirkan qori internasional untuk memeriahkan peringatan Nuzulul Qur’an.

“Ini masjid di lingkungan kampung, tetapi bisa menghadirkan qori internasional seperti Ustadz Zulfikar. Ini luar biasa,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan malam itu diawali dengan tausiyah sebelum shalat tarawih, sedangkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Zulfikar dilaksanakan sebelum shalat witir. Antusiasme jamaah terlihat tinggi hingga akhir acara.

Ainul Yaqin berharap momentum Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

“Kalau kita belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, jangan sampai anak-anak dan keturunan kita tidak bisa membaca Al-Qur’an,” katanya.

Ia pun berharap keberkahan Al-Qur’an senantiasa menyertai umat Islam, terutama dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan.(*)

Kontributor: Abdel Rafi 

Editor: Umar Faruq

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular