Thursday, March 5, 2026
spot_img
HomePendidikanProf Ali Aziz: Jadi Muslim Ekspresif, Teladani Rasulullah Sekaligus Jaga Kesehatan Mental

Prof Ali Aziz: Jadi Muslim Ekspresif, Teladani Rasulullah Sekaligus Jaga Kesehatan Mental

Prof Ali Aziz saat memberikan Kajian Senja di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, Rabu (4/3) petang. (foto: Yasmin untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH. Moh Ali Aziz, M.Ag, mengingatkan pentingnya sikap ekspresif dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, mengekspresikan perasaan secara positif bukan hanya meneladani akhlak Rasulullah SAW, tetapi juga dapat menjadi terapi bagi kesehatan mental.

“Muslim itu seharusnya ekspresif. Senang bertanya, senang menyampaikan perasaan, dan tidak memendam masalah. Dalam keluarga, persoalan sebaiknya dibicarakan agar tidak menumpuk menjadi beban,” ujar Ali Aziz saat memberikan Kajian Senja di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, Rabu (4/3) petang.

Pembina Pesantren Digipreneur Al-Yasmin itu menuturkan, sikap ekspresif dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya memberi pujian atau ungkapan kasih kepada pasangan.

“Kalau istri berdandan, misalnya, katakan saja bahwa dia cantik. Hal kecil seperti itu membuat orang lain merasa dihargai,” katanya di hadapan puluhan jamaah Tartil Bakda Subuh (JTBS) Masjid Al-Akbar Surabaya.

Ali Aziz menambahkan, Rasulullah SAW juga menunjukkan teladan ekspresif dalam kehidupan rumah tangga. Salah satunya ketika Nabi mendoakan istri yang menyiapkan makanan.

“Rasulullah pernah berdoa agar Allah mengganti makanan yang disiapkan istrinya dengan makanan surga. Itu bentuk ekspresi yang membahagiakan orang lain,” ujarnya.

Menurut dia, ungkapan baik kepada sesama tidak hanya menyenangkan manusia, tetapi juga bernilai ibadah.

“Menyenangkan orang lewat kata-kata itu bukan hanya membahagiakan makhluk, tetapi juga menyenangkan Allah karena ciptaan-Nya dihargai,” kata Ali Aziz.

Ia juga menyinggung kebiasaan di negara Barat, di mana pasangan suami-istri tetap mengungkapkan rasa sayang meskipun telah lama menikah.

“Sering kita dengar suami mengatakan ‘I love you’ kepada istrinya. Dalam Islam, sikap ekspresif seperti itu juga dianjurkan selama dilakukan dengan cara yang baik,” ujarnya.

Ali Aziz mencontohkan hadis riwayat Abu Dawud ketika Nabi Muhammad SAW memegang tangan sahabat Muadz bin Jabal dan menyatakan rasa sayangnya, lalu mengajarkan doa agar selalu diberi kemampuan berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik.

“Cara Nabi itu membuat Muadz merasa dihargai dan bahagia hingga akhir hayatnya,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan kesehatan mental di Indonesia. Mengutip data Kementerian Kesehatan, sekitar 28% masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

“Tanda-tandanya antara lain pesimis, mudah iri, dan menyimpan luka batin. Dalam ilmu psikologi, salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengekspresikan perasaan, misalnya melalui tulisan atau komunikasi yang jujur,” ujar Ali Aziz.

Karena itu, ia menilai sikap ekspresif dapat menjadi salah satu cara menjaga kesehatan mental.

“Curhat kepada Allah dalam sujud juga bagian dari ekspresi spiritual. Sampaikan saja segala kegelisahan kepada-Nya,” katanya.

Ali Aziz mengakui bahwa dalam budaya Jawa, mengekspresikan perasaan sering kali tidak mudah. Namun, menurut dia, hal-hal kecil seperti menggandeng tangan pasangan atau mengucapkan terima kasih dapat memberi dampak besar dalam hubungan keluarga.

“Hal sederhana sering dianggap sepele, padahal justru penting untuk menjaga keharmonisan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan dampak penggunaan gawai yang berlebihan, terutama pada anak-anak.

“Hal kecil seperti sibuk bermain ponsel bisa membuat orang lupa menyapa atau mengucapkan terima kasih. Beberapa negara bahkan sudah mulai membatasi penggunaan gawai bagi anak-anak karena berdampak pada kesehatan mental,” katanya.

Menurut Ali Aziz, kunci utamanya adalah menjaga komunikasi, baik dengan sesama manusia maupun dengan Tuhan.

“Ekspresi yang baik adalah bagian dari akhlak. Itu meneladani Rasulullah sekaligus menjadi jalan menjaga kesehatan mental,” ujarnya.(*)

Kontributor: Yasmin

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular