
WONOGIRI, CAKRAWARTA.com – Deru mesin molen dan suara cangkul yang beradu dengan tanah menjadi penanda bergulirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri di Desa Kembang. Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh prajurit yang bekerja di lapangan. Di balik layar, ada peran administrasi yang memastikan setiap tahapan berjalan tertib dan terukur.
Salah satu sosok penting itu adalah Serka Eko Haryanto. Di saat rekan-rekannya bergelut dengan material bangunan, Selasa (3/3/2026), ia tampak tekun menyusun laporan perkembangan kegiatan di depan perangkat administrasi lapangan (skatsel).
Sebagai Bintara Administrasi Staf Teritorial Kodim 0728/Wonogiri, Serka Eko mengemban tugas mendukung Bintara Tinggi Bhakti TNI dalam aspek pelaporan dan dokumentasi program. Pengalaman di bidang teritorial membuatnya dipercaya menjadi Bintara administrasi TMMD Reguler ke-127.
Menurut dia, ketertiban administrasi menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan fisik.
“Pekerjaan staf memang tidak terlihat langsung oleh warga di lokasi pengecoran, tetapi akurasi data adalah kunci. Jika administrasi tertib, dukungan logistik dan operasional untuk rekan-rekan di lapangan akan lancar. Ini bagian dari pengabdian saya untuk keberhasilan TMMD di Desa Kembang,” ujar Eko.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, menegaskan bahwa profesionalisme prajurit tercermin dari ketertiban administrasi.
“Pasukan di lapangan adalah ototnya, sedangkan administrasi adalah sarafnya. Tanpa data yang valid dan laporan yang tertib, kita tidak dapat mengukur capaian program. Saya mengapresiasi kerja staf teritorial yang bekerja tanpa banyak sorotan,” kata Ivan.
Memasuki pekan ketiga pelaksanaan, sinergi antara tim lapangan dan tim administrasi dinilai berjalan solid. Setiap tahapan kegiatan terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan pengendalian dan evaluasi program.
Di Desa Kembang, pembangunan fisik terus dikebut. Sementara itu, di balik meja kerja sederhana, laporan demi laporan disusun rapi menjadi penopang tak terlihat dari kerja gotong royong yang menyatukan prajurit dan warga.(*)
Kontributor: Agus Kemplu
Editor: Abdel Rafi



