
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Aksi menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Minggu (1/3/2026). Aksi yang diinisiasi Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan International League of Peoples’ Struggle (ILPS) Indonesia itu juga berlangsung serentak di sejumlah daerah, antara lain Banten, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.
Massa berunjuk rasa selama sekitar satu setengah jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Mereka membawa poster dan spanduk yang mengecam serangan yang disebut sebagai agresi terhadap kedaulatan Iran.
Ketua International League of Peoples’ Struggle (ILPS) Indonesia, Helda Khasmy, mengatakan bahwa serangan yang dilaporkan terjadi pada 28 Februari 2026 itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
“Kami mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Apa pun dalihnya, itu adalah tindakan yang melanggar prinsip kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri suatu bangsa,” ujar Helda dalam orasinya.
Ia juga mengkritik sikap Pemerintah Indonesia yang dinilai belum menyatakan penolakan tegas atas serangan tersebut. Menurut Helda, Indonesia sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif seharusnya berdiri di garda depan menentang agresi militer.
Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR), Symphati Dimas R, menambahkan, pihaknya mendesak pemerintah menyampaikan sikap resmi yang mengutuk serangan tersebut dan memberikan solidaritas kemanusiaan bagi rakyat Iran.
“Kami menuntut pemerintah mengambil posisi yang jelas dan berpihak pada prinsip anti-penjajahan sebagaimana diamanatkan konstitusi. Indonesia tidak boleh diam ketika terjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata Symphati.
Dalam pernyataannya, massa aksi juga menuntut agar Amerika Serikat dan Israel dinyatakan sebagai pelaku kejahatan perang. Mereka mendesak pemerintah mengevaluasi hubungan bilateral dengan Amerika Serikat serta menarik diri dari forum internasional yang dinilai berpotensi menyeret Indonesia dalam konflik geopolitik.
Sejumlah orator menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, yang disebut secara terbuka menyatakan tujuan serangan untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran. Tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Indonesia terkait tuntutan FPR dan ILPS tersebut. Pemerintah juga belum menyampaikan pernyataan terbuka mengenai posisi Indonesia atas eskalasi konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.
Aksi di Jakarta berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. FPR dan ILPS menyatakan akan melanjutkan rangkaian aksi dalam beberapa hari ke depan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Iran dan tekanan politik kepada pemerintah agar mengambil sikap yang lebih tegas.
Di tengah meningkatnya ketegangan global, desakan kelompok masyarakat sipil ini kembali menguji konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam merespons konflik bersenjata yang melibatkan kekuatan besar dunia.(*)
Kontributor: Ahmad Sucipto
Editor: Abdel Rafi



