Saturday, April 4, 2026
spot_img
HomeSosokTak Disangka, Lulusan Sastra Indonesia Ini Kini Berkarier di Level Internasional

Tak Disangka, Lulusan Sastra Indonesia Ini Kini Berkarier di Level Internasional

Jazi Jannati (kiri) dengan koleganya di YES Education Group. (foto: dokumen pribadi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Latar belakang pendidikan sastra kerap dianggap memiliki peluang karier terbatas. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jazi Jannati, alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), kini justru berkiprah di industri pendidikan internasional sebagai Regional Marketing Manager UK & Europe Specialist di YES Education Group, dengan wilayah kerja Indonesia dan Filipina.

Dalam perannya, Jazi menangani strategi pemasaran pendidikan tinggi untuk tujuan Inggris dan Eropa, sekaligus membangun jejaring kerja sama antara institusi pendidikan internasional dan calon mahasiswa dari Asia Tenggara.

Perjalanan karier tersebut tidak pernah ia rencanakan sejak awal. Jazi mengaku memilih jurusan Sastra Indonesia semata-mata karena ketertarikannya pada bahasa dan budaya.

“Saya memang sudah tertarik pada sastra sejak SMA. Saat itu saya datang ke pameran pendidikan dan merasa bidang ini sesuai dengan minat saya,” ujarnya saat ditemui di Surabaya beberapa waktu lalu.

Selama menempuh pendidikan di UNAIR, Jazi mempelajari berbagai aspek bahasa dan budaya yang kemudian menjadi bekal penting dalam pekerjaannya saat ini. Ia menilai pemahaman budaya menjadi kunci dalam menjalankan strategi pemasaran pendidikan di negara dengan keragaman tinggi seperti Indonesia.

“Indonesia memiliki keragaman yang sangat luas. Pemahaman budaya membantu saya memahami karakter dan kebutuhan calon mahasiswa dari berbagai latar belakang,” katanya.

Selain itu, kemampuan bahasa dan wawasan lintas budaya yang diperoleh selama kuliah memudahkannya beradaptasi di lingkungan kerja internasional. Ia kini menangani berbagai destinasi pendidikan global, termasuk Inggris, Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

Ketertarikannya pada pendidikan global bermula dari keinginan pribadi untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Ia kemudian mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan mempersiapkan diri melalui berbagai pelatihan, termasuk IELTS. Dari proses tersebut, peluang karier di industri pendidikan internasional mulai terbuka.

Meski demikian, perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan. Jazi mengaku sempat merasa kurang percaya diri saat harus bersaing dengan rekan kerja lulusan luar negeri. “Awalnya memang ada tantangan untuk membangun kepercayaan. Namun, pengalaman dan kemampuan yang dimiliki akhirnya menjadi modal untuk berkembang,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman organisasi selama kuliah berperan penting dalam membentuk kemampuan komunikasi, koordinasi, dan berpikir strategis yang kini dibutuhkan dalam posisinya sebagai manajer regional.

Saat ini, Jazi tidak hanya mendampingi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, tetapi juga terlibat dalam pengembangan kerja sama strategis antara institusi pendidikan di Indonesia dan Inggris, termasuk program kursus singkat, riset akademik, dan beasiswa.

Jazi berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa, khususnya dari bidang humaniora, untuk tidak ragu mengembangkan potensi diri. “Jurusan apa pun memiliki peluang, selama kita serius dan konsisten mengembangkan kemampuan. Pada akhirnya, kita bisa berkiprah di mana saja,” ujarnya.

Kiprah Jazi menunjukkan bahwa lulusan bidang humaniora memiliki peluang luas untuk berkarier di tingkat internasional, terutama dengan dukungan kompetensi bahasa, pemahaman budaya, dan kemampuan adaptasi yang kuat.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular