870 Atlet Bertarung di Piala Panglima TNI 2026, Kodam V/Brawijaya Dorong Taekwondo Naik Kelas

Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar mewakili Panglima TNI saat menutup ajang Open Tournament Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Surabaya, Minggu (20/9/2026). (foto: Pendam V/Brw untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 870 atlet dari kategori umum hingga TNI-Polri ambil bagian dalam Open Tournament Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Surabaya. Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI tersebut resmi ditutup di GOR Futsal Internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Minggu (20/9/2026).

Penutupan kejuaraan dipimpin Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, yang hadir mewakili Panglima TNI.

Bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan medali dan piala, turnamen tersebut menjadi ruang pertemuan ratusan atlet dari berbagai latar belakang untuk menguji kemampuan, disiplin, dan sportivitas di arena pertandingan.

Kodam V/Brawijaya terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan melalui koordinasi jajaran kewilayahan. Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo dipercaya sebagai penanggung jawab sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan.

Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu gambaran skala kejuaraan. Sebanyak 870 atlet turun dalam kategori umum maupun kategori yang melibatkan instansi TNI-Polri.

Keterlibatan Kodam V/Brawijaya dalam penyelenggaraan turnamen juga ditempatkan dalam konteks pembinaan olahraga dan penguatan sinergi dengan berbagai unsur terkait. Kodam berkolaborasi dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), KONI, pemerintah daerah, serta Universitas Negeri Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan.

Dalam konteks yang lebih luas, kejuaraan tersebut memperlihatkan bagaimana arena olahraga dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus mempertemukan unsur sipil dan militer dalam kegiatan yang berorientasi pada prestasi.

Sejumlah pejabat militer dan pemerintah turut hadir dalam acara penutupan, di antaranya Kaskogartap III/Surabaya Brigjen TNI (Mar) Danuri, S.M., Aslog Danpasmar 2 Kolonel Marinir Bhakti Dasasasi Penanggungan, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., para pejabat utama TNI matra Darat, Laut, dan Udara wilayah Surabaya, Kadispora Jawa Timur, perwakilan DPRD Jawa Timur, Polda Jawa Timur, Kejati Jawa Timur, KONI Jawa Timur, PBTI Jawa Timur, serta pimpinan Unesa.

Memasuki acara pokok sekitar pukul 16.50 WIB, Kasdam V/Brawijaya membacakan amanat Panglima TNI sekaligus menyatakan secara resmi berakhirnya Open Tournament Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI 2026.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada panitia, jajaran Kodam, atlet, dan ofisial yang telah mendukung penyelenggaraan kompetisi hingga berlangsung aman, tertib, dan sportif.

Panglima TNI juga memberikan ucapan selamat kepada atlet, prajurit TNI, dan anggota Polri yang berhasil meraih prestasi dalam turnamen tersebut.

“Saya selaku Panglima TNI dan pribadi, dengan bangga mengucapkan selamat dan berbahagia kepada para atlet dan prajurit TNI serta Polri yang telah meraih juara pada pertandingan Open Tournament Piala Panglima TNI Tahun 2026 ini,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdam V/Brawijaya.

Namun, kemenangan bukan satu-satunya pesan yang disampaikan dalam penutupan turnamen. Para atlet yang belum berhasil meraih podium juga diingatkan untuk menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi dan bekal menghadapi kompetisi berikutnya.

Panglima TNI menekankan bahwa prestasi membutuhkan proses panjang dan latihan yang konsisten.

“Tak ada jalan lunak dalam meraih prestasi, dan tak ada jalan mudah meraih harapan.”

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam amanat Panglima TNI kepada para atlet maupun prajurit dan PNS TNI.

Di luar hasil pertandingan, penyelenggaraan turnamen juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi antar pengurus cabang olahraga, membangun jiwa korsa, serta mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.

Rangkaian penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan medali dan piala bergilir kepada para pemenang. Penghargaan diberikan untuk kategori Juara Umum Prestasi, Juara Umum Semi Prestasi, serta kategori Juara Umum TNI-Polri.

Dengan berakhirnya turnamen, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan penyelenggaraan kompetisi, tetapi bagaimana ajang semacam ini dapat berlanjut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet secara berkesinambungan.

Harapannya, kompetisi tersebut dapat membuka ruang lebih luas bagi lahirnya atlet taekwondo berprestasi, sekaligus menanamkan disiplin dan sportivitas yang menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda.

Bagi Kodam V/Brawijaya, melalui keterangan tertulis Pendam V/Brawijaya, Senin (21/9/2026) menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam turnamen ini juga menjadi bagian dari sinergi dengan organisasi olahraga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong kegiatan positif yang berorientasi pada prestasi.(*)

Kontributor: Bambang

Editor: Abdel Rafi