56 Guru Besar FK Unair Rumuskan GEBRAK Untuk Tanggulangi Covid-19

0
Dr. dr. Hendy Hendarto, SpOG (K) saat memberikan keterangan terkait GEBRAK Tanggulangi Covid-19 secara daring, Jumat (30/7/2021). (foto: in frame Zoom)

 

 

SURABAYA – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) menggelar “Gerakan Aksi Bersama Bersama Serentak (GEBRAK) Tanggulangi Covid-19” pada Jumat (30/7/2021). Dalam kesempatan tersebut, FK UNAIR menyosialisasikan rekomendasi para guru besar FK Unair terkait percepatan penanganan Covid-19.

Dr. dr. Hendy Hendarto, SpOG (K) selaku ketua tim perumus GEBRAK Tanggulangi Covid-19 memaparkan bahwa rekomendasi tersebut berasal dari 56 guru besar FK UNAIR baik bertugas maupun yang tidak aktif lagi. Ia menjelaskan, masalah pandemi Covid-19 ini sangatlah kompleks. Sehingga, perlu adanya penyelesaian masalah dari semua lini.

“Program ini akan berfokus pada pemecahan masalah di komunitas dan intrahospital. Rekomendasi pemecahan masalah di hulu merupakan prioritas, yang kemudian dilanjutkan penanganan di hilir. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pandemic Covid-19,” ujar Hendy.

Hendy menjelaskan, rekomendasi tersebut terbagi menjadi dua yaitu, umum dan khusus. Dalam rekomendasi umum, ada empat poin penting yang perlu diterapkan Indonesia antara lain, menyamakan persepsi seluruh komponen bangsa, perlu adanya partisipasi seluruh komponen bangsa, kegiatan harus bersinergi dengan Satgas Covid-19, serta penguatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan mengikut sertakan akademisi dalam menjaga validitas data.

Selanjutnya, ia memaparkan tentang rekomendasi khusus yang terbagi dua menjadi hulu dan hilir. Hulu merupakan masalah yang ada di masyarakat atau komunitas sebagai kelompok yang paling terdampak pandemi Covid-19.

“Pada hulu, kami Menyusun rekomendasi berdasarkan prioritas. Pertama, penguatan pendampingan isolasi mandiri oleh tenaga dengan mengoptimalkan telemedicine sesuai panduan satgas Covid-19. Lalu, penguatan satgas Covid-19 tingkat lokal RT/RW melibatkan tokoh-tokoh terkait dan perguruan tinggi untuk mengedukasi dan sosialisasi prokes 6M 3T secara terus menerus. Terakhir, membuka hotline untuk masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sedangkan pada hilir, masalah ada pada fasilitas pelayanan kesehatan. Dua rekomendasi yang disarankan oleh tim perumus untuk memecahkan masalah yaitu, mengatasi kekurangan sarana dan SDM dan mengatasi lonjakan pasien.

Ia menambahkan, perguruan tinggi dalam hal ini adalah FK dapat mendayagunakan dokter umum, dokter internship, dokter lulus UKMPD dan tenaga paramedis lain untuk menjadi relawan Covid-19.  Perguruan tinggi juga dihimbau untuk membuat daftar donor plasma konvalesen di masyarakat, serta memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) terutama N-95.

“Rumah sakit dapat menguatkan ICU termasuk pengadaan ECMO dan ventilator, menambah sarana tempat tidur dan dukungan alat kesehatan yang memadai. Selain itu, setiap kabupaten/kota perlu dilengkapi dengan peralatan laboratorium PCR. Jika memungkinkan, pada provinsi ditambah pendeteksi varian baru,” paparnya.

Untuk diketahui, GEBRAK Tanggulangi Covid-19 sendiri bersifat dinamis dan fokus, dapat berubah mengikuti kondisi yang terjadi.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.