Wednesday, June 19, 2024
spot_img
HomeEkonomikaYLKI: Kondisi Toilet SPBU Tak Penuhi Harapan Konsumen

YLKI: Kondisi Toilet SPBU Tak Penuhi Harapan Konsumen

Ketua Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Tulus Abadi. (foto: istimewa)
Ketua Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Tulus Abadi. (foto: istimewa)

JAKARTA – Lebaran sekitar sepekan lagi. Para pemudik mulai menggeliat menuju kampung halamannya. Sebagian menggunakan angkutan umum dan sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.

Untuk pemudik dengan kendaraan pribadi, SPBU menjadi fasilitas publik yang wajib didatangi. Bahkan, pemudik memanfaatkan SPBU bukan hanya untuk mengisi bahan bakar saja, tetapi juga untuk beribadah, ke toilet, istirahat, dan belanja.

Sayangnya, toilet di SPBU dinilai belum mampu memenuhi harapan konsumen karena. Hal tersebut dikarenakan faktor toilet-toilet di SPBU umumnya masih kotor, suplai air bersih kurang dan dikenakan tarif atau berbayar. Hal tersebut, disampaikan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan persnya kepada awak media, Senin (19/6/2017).

“Kami mendapatkan pengaduan dari konsumen SPBU dan ada hasil surveinya pula bahwa sebagian besar SPBU, toiletnya belum penuhi harapan mereka,” ujar Tulus Abadi.

Oleh karena itu, pihak YLKI mendorong Pertamina dan mitra SPBU-nya untuk memperbaiki pelayanan toilet agar lebih bersih, ketersediaan air bersih cukup dan kejelasan aturan bahwa toilet di SPBU itu berbayar atau tidak. Bahkan menurut Tulus Abadi, sangat diperlukan adanya toilet portable sehingga bisa mengurai antrian di toilet, khususnya untuk toilet perempuan.

“Antrian di toilet berpengaruh terhadap kapasitas SPBU dan terbukti bisa memicu kemacetan,” imbuh Tulus.

Menurut Tulus, potret pelayanan di SPBU bukan hanya perkara akurasi takaran nozzle, tapi juga kualitas pelayanan di toilet dan mushola, ikut menentukan keseluruhan potret pelayanan di SPBU.

“Khususnya SPBU yang dikelola di bawah bendera PT Pertamina,” tandasnya mengakhiri penjelasannya.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular