Friday, February 23, 2024
HomePolitikaWakili Pangkostrad, Mayjen TNI Farid Makruf Jadi Irup dan Bacakan Amanat Panglima...

Wakili Pangkostrad, Mayjen TNI Farid Makruf Jadi Irup dan Bacakan Amanat Panglima TNI

Kaskostrad Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. saat bertindak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Upacara Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2024). (foto: ist)

JAKARTA – “Saya mewakili Pangkostrad membacakan amanat Panglima TNI kepada seluruh prajurit dan PNS TNI,” ujar Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. memulai amanat saat dirinya bertindak sebagai Inspektur Upacara memperingati Hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 setiap bulannya yang bertempat di Lapangan Upacara Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/1/2024).

Pada Upacara 17-an kali ini diawali dengan menaikkan bendera merah putih, pembacaan Pancasila oleh Inspektur upacara diikuti oleh seluruh peserta upacara, pembacaan pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetia Korpri. Kegiatan upacara diikuti oleh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Makostrad.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang mana Panglima mengucapkan, “dalam suasana tahun baru, saya mengucapkan selamat Tahun Baru 2024 kepada segenap Prajurit dan PNS TNI dimanapun bertugas dan berada. Jadikan momentum pergantian tahun ini sebagai awal yang baik dalam melaksanakan tugas sesuai dengan bidang tanggung jawab masing- masing dengan tulus dan ikhlas.”

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak karena mampu menyelesaikan Program Kerja dan Anggaran tahun 2023 dengan baik. Apabila ada hal-hal yang menjadi kendala, hendaknya dapat dijadikan evaluasi untuk pelaksanaan Progja tahun 2024. Pada tahun 2024 ini kita mempunyai tantangan untuk mengawal dan menyukseskan pesta demokrasi dalam rangkaian Pilpres, Pilleg, dan Pemilukada. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004, TNI memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas nasional sehingga kita harus memastikan agar agenda politik nasional ini dapat berjalan dengan aman dan damai,” imbuhnya.

Panglima TNI juga memerintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas TNI yang telah ditentukan. “Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang digulirkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga TNI menjadi korban adu domba dan dibenturkan dengan masyarakat maupun pihak-pihak lainnya,” tegasnya.

Selain itu, Panglima TNI juga menekankan bahwa segenap prajurit dan PNS TNI harus meneguhkan integritas dan menjaga citra institusi TNI di mata masyarakat. Hal itu dapat diimplementasikan melalui ketaatan pada aturan dan nilai-nilai etika, untuk membangun citra positif sebagai penjaga pertahanan negara.

“Pelanggaran hukum, seperti penyalahgunaan wewenang, narkoba, perkelahian dengan masyarakat, main hakim sendiri, curanmor, insubordinasi dan lain sebagainya akan dapat menggoyahkan pondasi kepercayaan masyarakat dan merugikan reputasi TNI,” ucapnya.

Menurut Panglima TNI, menjaga disiplin bukan hanya kewajiban internal, tetapi juga investasi jangka panjang dalam hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Karena itu, dirinya meminta semua prajurit dan PNS TNI untuk menjaga marwah TNI sebagai Tentara Rakyat dengan senantiasa membantu kesulitan dan menjadi solusi permasalahan rakyat.

“Dengan semangat, disiplin dan dedikasi yang tinggi yang menjadi jati diri TNI, marilah bersama-sama mengukir prestasi gemilang untuk bangsa Indonesia. Jadilah prajurit TNI yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif) dengan memegang Teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI agar TNI senantiasa sebagai benteng pertahanan yang kokoh dan perekat keutuhan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(arif/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular