Berita Terpercaya Tajam Terkini

Usia Dibawah 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Ini Kata Pakar Epidemiologi Unair

Pakar epidemiologi FKM Unair, Laura Navika Yamani.

 

SURABAYA – Pemerintah melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Senin (11/5/2020) mewacanakan bahwa masyarakat yang berusia dibawah 45 tahun agar diberi kelonggaran untuk kembali beraktivitas guna menghindari makin tajamnya angka PHK yang dapat berakibat pada sektor ekonomi nasional.

Merespon hal tersebut, pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair), Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D menyatakan bahwa kebijakan pemerintah tersebut memang harus diambil cepat atau lambat. Tapi menurutnya, kebijakan itu bisa dijalankan dengan catatan prediksi para pakar epidemiologi bahwa sudah terjadi kurva kasus positif yang menurun secara konsisten.

“Memang ini langkah yang mau tidak mau harus diambil karena dalam upaya menuju kehidupan “normal baru”. Tapi penerapannya tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat dan kurvanya sudah melandai,” ujar Laura saat dihubungi cakrawarta.com, Selasa (12/5/2020) pagi.

Menurut alumnus Kobe University ini, mereka yang boleh beraktivitas itu harus diikuti pula dengan kebijakan bahwa masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas dan kelompok rentan lainnya harus tetap melaksanakan karantina mandiri.

“Ya intinya jangan sampai kelompok usia 60 tahun keatas ini berinteraksi dengan usia produktif yang boleh beraktivitas itu,”

Dosen epidemiologi molekular itu, menjelaskan yang dimaksudkan dengan prosedur protokoler kesehatan yang ketat adalah ketegasan dan konsistensi pemerintah untuk menerapkan aturan teknis terkait bagaimana mereka yang boleh beraktivitas itu benar benar mematuhinya. Hal itu dikarenakan sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksin untuk Covid-19. 

“Jika ketegasan penerapan aturan protokoler kesehatan yang ketat itu tidak diindahkan maka bisa saja nantinya justru berdampak sebaliknya. Yaitu akan terjadi kenaikan kasus. Nah disini poin utamanya yaitu pemerintah bisa tegas dan konsisten tapi juga masyarakat patuh. Artinya aspek kesehatan dan ekonomi sama sama terselematkan,” tandas wanita murah senyum itu.

(bus/bti)

Comments are closed.