Friday, January 9, 2026
spot_img
HomePendidikanDunia KampusUNAIR Terjunkan 1.600-an Mahasiswa KKN-BBK di Jawa Timur, Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis...

UNAIR Terjunkan 1.600-an Mahasiswa KKN-BBK di Jawa Timur, Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Desa

(foto: UNAIR for Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Universitas Airlangga kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang membumi. Sepanjang awal Januari 2026, UNAIR secara serentak menerjunkan lebih dari 1.600 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) di tiga kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Madiun, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Banyuwangi.

Ribuan mahasiswa lintas disiplin ilmu itu akan menjalani pengabdian masyarakat selama sekitar satu bulan dengan fokus utama pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini dirancang tidak sekadar sebagai kewajiban akademik, melainkan sebagai kerja bersama dengan warga desa untuk menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan.

Dari Madiun Belajar Membumi Dan Menguatkan Desa

Sebanyak 390 mahasiswa dilepas di Pendopo Ronggo Djoemeno, Madiun, Selasa (6/1/2026). Mereka akan beraktivitas di empat kecamatan dan 37 desa hingga awal Februari mendatang. Pengabdian difokuskan pada enam agenda SDGs, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, hingga air bersih dan sanitasi.

Perwakilan Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Astri Dewayani, menekankan pentingnya keberlanjutan program. Mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya datang dan menyelesaikan kegiatan, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan praktik yang bisa diteruskan masyarakat. “Ilmu harus membumi dan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto berharap mahasiswa mampu membaca persoalan desa secara jernih dan memberikan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah. Visi Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera, menurutnya, sejalan dengan semangat KKN-BBK UNAIR.

Di Lamongan Terjadi Sinergi Kampus dan Pemerintah Daerah

Sementara itu, di Lamongan, 850 mahasiswa UNAIR diterjunkan di empat kecamatan yaitu Pucuk, Babat, Sugio, dan Kedungpring, melalui apel pagi di halaman Kantor Bupati, Selasa (6/1/2026). Ketua LPMB UNAIR Herry Purnobasuki secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Pemerintah Kabupaten Lamongan menyambut baik kehadiran mahasiswa UNAIR yang dinilai konsisten memberi kontribusi positif bagi desa. “Kehadiran mahasiswa selalu meninggalkan legacy yang baik dan membantu mendorong kreativitas masyarakat,” kata Yuhronur.

Program KKN-BBK di Lamongan difokuskan pada isu pengentasan kemiskinan, sanitasi, dan air bersih yang merupakan agenda-agenda SDGs yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang adaptif sekaligus memperkuat sinergi kampus dan pemerintah daerah.

Banyuwangi Mengawal SDGs hingga Akar Rumput

Di ujung timur Jawa Timur, 366 mahasiswa UNAIR diterjunkan di enam kecamatan dan 41 desa di wilayah Banyuwangi bagian selatan. Berbeda dari lokasi lain, KKN di Banyuwangi tahun ini mengusung seluruh 17 tujuan SDGs sebagai landasan pengabdian.

Wakil Dekan I FIKKIA UNAIR Ivan Rahmatullah menyebut mahasiswa sebagai duta kampus yang membawa komitmen global hingga tingkat desa. Empat fokus utama yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan yang disinergikan dengan program unggulan daerah, Banyuwangi Hijau.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menaruh harapan besar pada peran mahasiswa, terutama dalam edukasi pengelolaan lingkungan dan sampah di wilayah pesisir. “Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci keberlanjutan,” ujar Asisten I Sekda Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda.

Melalui KKN-BBK di Madiun, Lamongan, dan Banyuwangi, UNAIR menempatkan mahasiswa sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat. Bukan hanya mengabdi, tetapi juga belajar memahami realitas desa, merumuskan solusi, dan menumbuhkan kepercayaan bahwa pembangunan berkelanjutan dimulai dari akar rumput.

Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang kian kompleks, KKN-BBK menjadi ruang pembelajaran bersama yakni tempat ilmu pengetahuan diuji oleh kenyataan, sekaligus diharapkan berbekas lama setelah mahasiswa kembali ke kampus. Semoga.(*)

Kontributor: Khefti PKIP

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular