Friday, January 23, 2026
spot_img
HomePendidikanDunia KampusUNAIR Kian Kukuh di Peta Dunia, Delapan Bidang Ilmu Bertahan di Peringkat...

UNAIR Kian Kukuh di Peta Dunia, Delapan Bidang Ilmu Bertahan di Peringkat Global

Pemandangan kampus C Unair Mulyorejo, Surabaya. (foto: istimewa)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Di tengah semakin ketatnya persaingan pendidikan tinggi global, Universitas Airlangga (UNAIR) kian mengukuhkan posisinya di peta akademik dunia. Melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings by Subject 2026, UNAIR tercatat mempertahankan peringkat global pada delapan bidang ilmu, menandai konsistensi daya saing universitas ini di tingkat internasional.

THE World University Rankings (WUR) merupakan salah satu pemeringkatan universitas dunia yang paling dipercaya oleh mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan pakar industri. Pada edisi 2026, pemeringkatan ini mencakup 2.191 institusi dari 115 negara dan wilayah, menjadikannya rujukan penting dalam menilai kualitas pendidikan tinggi global.

Berbeda dengan pemeringkatan institusional secara keseluruhan, THE WUR by Subject memotret kinerja universitas berdasarkan bidang keilmuan secara lebih spesifik dan mendalam. Pemeringkatan ini mengevaluasi universitas pada 11 bidang ilmu utama melalui metodologi ketat dengan 18 indikator kinerja yang dikelompokkan ke dalam lima pilar, yakni pengajaran, lingkungan riset, kualitas dan dampak riset, kolaborasi industri, serta perspektif internasional.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemetaan yang lebih presisi terhadap keunggulan dan daya saing UNAIR pada bidang keilmuan tertentu. Dalam rilis THE WUR by Subject 2026, UNAIR tercatat bertahan di peringkat dunia pada delapan bidang ilmu, yakni Business and Economics, Computer Science, Engineering, Law, Life Sciences, Medical and Health, Physical Sciences, serta Social Sciences.

Capaian ini memperkuat posisi UNAIR sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengedepankan pengajaran, tetapi juga pengembangan riset dan kolaborasi internasional secara berkelanjutan.

Untuk dapat masuk dalam THE WUR by Subject, perguruan tinggi harus memenuhi dua persyaratan utama. Pertama, universitas wajib terdaftar dalam THE World University Rankings (overall). Kedua, universitas harus memenuhi ambang batas minimum publikasi ilmiah dan jumlah staf pengajar relevan pada masing-masing disiplin ilmu yang dinilai.

THE juga menerapkan standar publikasi yang ketat. Sebuah universitas tidak dapat masuk dalam pemeringkatan overall tanpa menghasilkan sedikitnya 1.000 publikasi ilmiah relevan dalam periode lima tahun. Untuk pemeringkatan 2026, periode evaluasi mencakup 2020-2024, dengan ketentuan minimal 100 publikasi per tahun.

Dalam konteks nasional, kinerja UNAIR dinilai kompetitif dan konsisten. Keunggulan universitas ini tampak menonjol pada rumpun Medical and Health serta Business and Economics, dua bidang strategis yang menunjukkan performa berkelanjutan. Capaian tersebut mencerminkan kekuatan UNAIR dalam pengembangan pendidikan dan riset berbasis keilmuan, hilirisasi hasil penelitian, serta kontribusi nyata dalam menjawab persoalan kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Posisi Domestik Menguat

Meski secara global posisi UNAIR pada sejumlah bidang relatif bertahan, pada tingkat nasional UNAIR mencatat penguatan peringkat domestik di enam bidang keilmuan. Enam bidang tersebut meliputi Business and Economics, Computer Science, Engineering, Law, Physical Sciences, danSocial Sciences, yang seluruhnya berada pada peringkat 2 se-Indonesia dalam pemeringkatan THE WUR by Subject 2026.

Posisi UNAIR dalam THE WUR by Subject 2026. (gambar: UNAIR untuk Cakrawarta)

Penguatan posisi domestik ini memperlihatkan peran UNAIR sebagai salah satu poros utama pengembangan pendidikan tinggi nasional dengan daya saing internasional.

Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan UNAIR Dian Ekowati menegaskan bahwa capaian dalam pemeringkatan internasional tidak dipandang sebagai tujuan akhir.

“Pemeringkatan internasional, termasuk THE World University Rankings by Subject, kami jadikan sebagai alat refleksi dan pemetaan kekuatan akademik UNAIR. Hasil ini menjadi dasar untuk perbaikan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangannya pada media ini, Kamis (22/1/2026).

Ke depan, lanjutnya, UNAIR akan terus memperkuat kualitas riset dan publikasi bereputasi internasional, memperluas kolaborasi global, serta meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem riset unggulan, peningkatan dukungan bagi dosen dan peneliti, optimalisasi kerja sama internasional, serta pemanfaatan UNAIR Satu Data sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, peningkatan kualitas pembelajaran, internasionalisasi kurikulum, dan penguatan jejaring industri menjadi fokus utama untuk menjaga dan meningkatkan kinerja UNAIR pada indikator-indikator pemeringkatan THE di masa mendatang.(*)

Kontributor: Khefti PKIP

Editor: Abdel Rafi

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular