Wednesday, May 22, 2024
HomePolitikaTjahjo: Siapapun Presidennya, Rupiah Akan Tetap Melemah

Tjahjo: Siapapun Presidennya, Rupiah Akan Tetap Melemah

Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo
Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo unjuk bicara mengenai lesunya perekonomian nasional. Menurut mantan Sekjen PDIP itu, siapapun pimpinan negara akan mengalami hal yang sama jika memimpin Indonesia di kondisi seperti sekarang.

“Siapapun Presidennya, jika dia yang memimpin negara pada saat ini kondisi perekonomian dan keuangan akan sama,” tutur Tjahjo Kumolo di Jakarta, Minggu (30/8).

Mendagri menganggap situasi seperti ini sangatlah wajar. Terlebih jika dikaitkan dengan filosofi Jawa bertajuk watu atau wani tatu artinya berani berkorban dijadikan Tjahjo sebagai persamaan dengan kondisi yang dihadapi Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, pemimpin negara itu saat ini menurut Tjahjo tak hanya meneruskan atau memperbaiki kepemimpinan. Tapi juga membangun fondasi, badan dan atap sebuah rumah bernama Indonesia. Hal tersebut memerlukan sinergi yang selaras dan kompak.

“Bapak Presiden dan para menterinya adalah fondasi, DPR adalah badan bangunan dan atapnya adalah rakyat,” imbuh Tjahjo.

Sebagai menteri, ia membantu Presiden dalam membangun fondasi dengan Nawacita. Namun, hal tersebut takk berlangsung mulus karena ada pernak pernik masalah yang muncul. Hal tersebut timbul ketika fondasi membangun badan bangunan.

Tjahjo menilai wajar ketika pemerintahan menghadapi batu sandungan. Sebaliknya bangunan megah, ia mengumpamakan semua material harus bersatu. Masalah akan terjadi ketika batu-batu tidak ingin membangun rumah itu.

Sedangkan rakyat sebagai atap menunggu badan bangunan selesai. Sebuah rumah pada umumnya membutuhkan fondasi dan badan sebelum atap diletakkan. Untuk itu, Tjahjo menggunakan elemen lingkungan pembangunan rumah lainnya, yakni mandor.

“Jika demikian mandor bangunannya harus dimaksimalkan yaitu intelijen dan aparat keamanan, TNI, Polri, penegak hukum untuk berperan aktif dalam deteksi dini di Bidang Politik,Ekonomi dan Sosial,” imbuhnya.

Ke depan, menurut Tjahjo, yang harus dihadapi adalah terpusatnya isu di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, Desember mendatang. Semua isu politik nasional perlahan akan tertutup dengan bergulirnya kampanye Pilkada 2015.

“Karena penebar isu mulai mengalihkan perhatian ke “jago” nya atau paslon kepala daerah dan mari kita harus kerja, bersabar dan optimis,” pungkas Tjahjo.

(msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular