
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar silaturahmi Idul Fitri dengan mengunjungi sejumlah masyayikh dan kiai sepuh di berbagai pesantren di Kediri, Jombang, Surabaya, hingga Pasuruan. Kegiatan ini diarahkan sebagai upaya merawat tradisi keilmuan sekaligus memperkuat jejaring ulama pasca Ramadhan.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir, mengatakan silaturahmi Syawal tersebut diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. “Kami mengajak jajaran pengurus PWNU untuk berlebaran dengan mengunjungi para masyayikh dan kiai. Ini penting sebagai tradisi yang perlu dijaga,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Senin (30/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Kiai Miftachul Akhyar juga berbagi pengalaman silaturahmi Syawal yang pernah dilakukannya ke berbagai daerah, termasuk kisah kunjungan ke wilayah kepulauan seperti Madura yang meninggalkan kesan mendalam.
Pada hari yang sama, rombongan PWNU Jatim yang didampingi Sekretaris PWNU Jatim, HM Faqih, turut bersilaturahmi kepada KH Agoes Ali Masyhuri di Sidoarjo dan KH Idris Hamid di Kota Pasuruan.
Sementara itu, pada pekan sebelumnya, silaturahmi juga dilakukan ke sejumlah tokoh dan pesantren, antara lain kepada KH Anwar Iskandar di Kediri, KH Anwar Manshur di Lirboyo, serta ziarah ke maqbarah KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, Jombang.
Rombongan juga bersilaturahmi dengan Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz, serta mengunjungi Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Seorang pengurus PWNU Jatim menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut murni dalam konteks silaturahmi Idul Fitri, bukan terkait agenda organisasi lainnya. “Ini benar-benar silaturahmi lebaran, tidak terkait dengan rencana Muktamar NU,” ujarnya.
Sebelumnya, selama Ramadhan 1447 Hijriah, PWNU Jatim juga menggelar rangkaian kegiatan “Ngaji Kentong Ramadhan” yang melibatkan berbagai lembaga dan badan otonom. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 21 Februari hingga 15 Maret 2026 dan ditutup dengan buka puasa bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Jawa Timur.
Melalui rangkaian kegiatan Ramadhan hingga Syawal ini, PWNU Jatim berupaya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan, mempererat hubungan antarulama, serta menguatkan peran organisasi dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



