Monday, June 17, 2024
spot_img
HomeHukumSETARA Institute: Penyerangan YLBHI Bertujuan Melemahkan Kepemimpinan Jokowi

SETARA Institute: Penyerangan YLBHI Bertujuan Melemahkan Kepemimpinan Jokowi

 

 

Aparat kepolisian berusaha mengamankan massa yang mengepung Kantor YLBHI Jakarta atas dugaan adanya diskusi tentang paham komunisme di tempat yang juga menjadi Kantor LBH Jakarta itu, Minggu (17/9/2017) malam hingga Senin (18/9/2017) dini hari. (foto: istimewa)
Aparat kepolisian berusaha mengamankan massa yang mengepung Kantor YLBHI Jakarta atas dugaan adanya diskusi tentang paham komunisme di tempat yang juga menjadi Kantor LBH Jakarta itu, Minggu (17/9/2017) malam hingga Senin (18/9/2017) dini hari. (foto: istimewa)

JAKARTA – Pengepungan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) oleh sejumlah kelompok vigilante pada Minggu (17/9/2017) malam hingga Senin (18/9/2017) dini hari mendapatkan tanggapan berbagai pihak. Salah satunya dari pihak SETARA Institute.

Ketua SETARA Institute, Hendardi menyatakan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh berita hoax bahwa kegiatan yang diadakan di kantor YLBHI yang sekaligus menjadi Kantor LBH Jakarta itu dianggap menyebarkan paham komunisme.

Menurut Hendardi, tindakan persekusi atas kelompok masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan ilmiah dan mempromosikan pengungkapan kebenaran dan keadilan atas kejahatan kemanusiaan pada 1965 itu adalah gerakan by design yang ditujukan untuk tujuan politik dan menciptakan instabilitas politik dan keamanan.

“Secara de jure paham komunisme telah dilarang berkembang dan secara de facto gerakan ini tidaklah nyata. Dengan demikian, kebangkitan PKI adalah ilusi tetapi terus dikapitalisasi sebagai alat politik penundukan,” ujar Hendardi, Senin (18/9/2017) siang.

Hendardi meyakini kelompok penyerang kantor YLBHI adalah organ-organ intoleran yang selama ini menebar teror atas ketertiban dan bekerja atas desain aktor lain yang mengendalikannya.

“Masyarakat mesti sadar dan memahami bahwa isu kebangkitan PKI adalah cara untuk memecah belah warga dan hanya menguntungkan pihak-pihak yang menggerakkannya,” imbuhnya dengan nada tegas.

Karena itu, Hendardi berharap aparat kepolisian tidak boleh berhenti hanya mengamankan beberapa aktor lapangan saja atas peristiwa penyerangan kantor YLBHI tetapi harus mencari aktor intelektual di balik peristiwa itu. Indikasi keterlibatan individu dan organisasi jelas bisa ditelusuri dari hoax yang selama ini diproduksi dan disebarluaskan guna menggoyang kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

“Pada intinya aktor intelektual tersebut bertujuan melemahkan kepemimpinan Jokowi. Polri tidak boleh lagi berkompromi pada kelompok yang mengklaim anti-PKI yang melakukan banyak praktik persekusi dalam 3 tahun terakhir ini,” tandas Hendardi mengakhiri pernyataannya.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular