Friday, May 24, 2024
HomeGagasanSalah Pikir Atas Derek Manangka (Tanggapan Atas Artikel Jokowi dan Rini Terlibat...

Salah Pikir Atas Derek Manangka (Tanggapan Atas Artikel Jokowi dan Rini Terlibat “Love Affair”?)

_20160129_134201

Perlu berkali-kali membaca tulisan wartawan senior Derek Manangka di Rakyat Merdeka Online/RMOL (Rabu, 27/1/16) dengan judul “Jokowi dan Rini, Tersandung “Love Affair”?. Pada rilis awal judul ini tidak disertai tanda tanya. Kita akan membahas setidaknya 2 hal penting yang dapat dipetik dari tulisan tersebut, pertama, judul dan pesan tulisan sedangkan kedua mengenai relasi tulisan tersebut dengan situasi politik kekuasaan saat ini.

Pilihan judul Jokowi dan Rini, TersandungLove Affair? tentu mengarahkan pembaca sejak awal masuk dalam persepsi bahwa cerita yang akan ditulis adalah tentang hubungan cinta. Hubungan cinta tersebut antara Jokowi dan Rini Sumarno. Meskipun ada tanda tanya dalam judul tersebut, tentu tidak mengurangi arah dari persepsi pembaca, yaitu soal perselingkuhan.

Benarkah ini soal perselingkuhan? Derek berupaya untuk membuat pembaca menikmati tulisannya seperti novel roman politik. Di satu sisi penulis ingin menunjukkan bahwa Jokowi dan Rini mempunyai kesamaan yakni workaholic (kerja kerja kerja) dan cepat. Hal ini menurutnya membuat adanya persemaian, “chemistry” diantara keduanya. Sampai disini penulis berusaha menjelaskan kepada pembacanya bahwa ini bukan suatu perselingkuhan dalam arti hubungan asmara.

Persoalannya kemudian adalah penulis beberapa kali mengarahkan pembaca untuk masuk pada persoalan hubungan lawan jenis, seperti membandingkan Rini hanya dengan menteri perempuan lainnya. Dalam satu alinea Derek menyatakan “Ada kecurigaan, Presiden Joko Widodo sudah seperti lelaki yang jatuh cinta pada ‘gadis’ Rini Sumarno. Saking cintanya, Joko Widodo hanya melihat kecantikan Rini Sumarno dan tak mau ambil pusing terhadap apapun yang dilakukan “sang isteri”. Terakhir, Derek membuat sensasi bias seksualitas kembali ke pikiran pembaca dengan merujuk foto Rini yang ramai di media sosial (medsos) sedang membetulkan dasi seorang Menteri yang mengesankan adanya aroma romantis. Derek mengatakan bahwa Rini tentu punya kemampuan sebagai wanita penggoda. Apalagi dirinyamengangkat isu Rini sebagai seorang janda.

Walhasil sampai tulisan ini selesai, pikiran yang dibentuk sejak awal bahwa ini cerita tentang perselingkuhan tetap membekas, meskipun dalam tanda tanya.

Selain itu, Derek menunjukkan bahwa hubungan keduanya sudah kontraproduktif bagi bangsa. Dalam soal ini dia merujuk pada dua proyek raksasa Rini yang terkesan dipaksakan, seperti Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, serta pengadaan pesawat Garuda.

Lalu, pertanyaannya adalah untuk apa Derek Manangka membuat tulisan tersebut? Ini hal kedua yang kita perlu ketahui terkait situasi politik kekinian. Ada 3 hal yang perlu kita dalami. Pertama, sosok penulis adalah sohib kental salah satu ketua umum partai politik yang sedang berkuasa, Surya Paloh (SP). Ini penting dicatat, sebab sebelumnya penulis telah membuat tulisan pembelaan atas SP terkait tudingan keterlibatannya dalam skandal korupsi Dana Bansos di Sumatera Utara yang diduga melibatkan bos Media Group itu. Kedekatan penulis dengan SP tentu memberi makna bahwa tulisan ini tidaklah bebas nilai.

Kedua, tulisan ini dirilis di Rakyat Merdeka Online. Portal berita daring ini sejak awal sudah dipahami publik sangat dekat dengan kelompok Rizal Ramli dan sekaligus kontra terhadap Rini Sumarno. Ketiga, tulisan ini dirilis pada saat isu pergantian kabinet beredar sangat kencang.

Ketiga hal di atas tentu memberi makna bahwa penulis sedang terlibat pada pembunuhan karakter Rini Sumarno, yang menurut penulis seolah-olah hanya Rini menteri yang berkuasa. Dengan tulisan ini, maka diharapkan Jokowi dapat menyingkirkan Rini.

Persoalannya adalah tulisan ini bisa jadi bukan soal reshuffle atau power game kekuasaan saja, takutnya tulisan ini dapat menjadi gambaran aib yang dapat merusak rumah tangga dari dua nama yang menjadi tokoh sentral penulisan. Meskipun, soal etika apakah tulisan tersebut baik atau tidak dalam konteks politik tetap menjadi pertanyaan besar kita. S


emoga tidak banyak yang salah tafsir atas tulisan tersebut.

Dr. SYAHGANDA NAINGGOLAN

Pengamat IsuIsu Sosial Politik

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular