
BLITAR, CAKRAWARTA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026 di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menghadirkan pemandangan yang tak lazim. Di sela-sela pembangunan rumah dan infrastruktur desa, prajurit TNI terlihat duduk di bangku kecil di dalam kandang, membantu warga memerah susu sapi, sebuah gambaran kedekatan yang melampaui sekadar proyek pembangunan fisik.
Sabtu (14/2/2026) pagi di Dusun Barurejo, sejumlah anggota Satgas TMMD dari Kodim 0808/Blitar memulai hari dengan menyelesaikan sasaran fisik, termasuk renovasi rumah tidak layak huni (RTLH). Namun, selepas pekerjaan konstruksi, mereka tidak langsung kembali beristirahat. Para prajurit justru memilih mendatangi kandang-kandang sapi milik warga, membantu pekerjaan yang menjadi denyut ekonomi desa tersebut.
Serda Putra, anggota Satgas TMMD dari Yonif 512, mengatakan, keterlibatan prajurit dalam aktivitas warga merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sosial dan mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Setelah menyelesaikan pekerjaan fisik, kami menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga. Salah satunya membantu memerah susu sapi, karena sebagian besar warga di sini menggantungkan hidup dari beternak sapi perah,” ujar Putra.
Bagi warga Dusun Barurejo, kehadiran prajurit TNI membawa arti lebih dari sekadar percepatan pembangunan infrastruktur. Sunardi, salah satu peternak sapi perah, mengaku terbantu dengan kehadiran anggota Satgas TMMD yang ikut meringankan pekerjaannya.
Menurut dia, susu sapi merupakan sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga di desa tersebut. Bantuan tenaga dari para prajurit tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memberi semangat dan rasa kebersamaan.
“Kami merasa sangat terbantu. Kehadiran bapak-bapak TNI bukan hanya membangun rumah dan jalan, tetapi juga ikut membantu pekerjaan kami sehari-hari. Kami merasa diperhatikan,” kata Sunardi.
Program TMMD selama ini dirancang untuk mempercepat pembangunan desa, terutama di wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar. Namun, di Desa Krisik, program tersebut juga menghadirkan dimensi lain yaitu membangun kedekatan emosional dan kepercayaan antara prajurit dan masyarakat.
Melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan sehari-hari warga, TMMD tidak hanya meninggalkan jejak berupa bangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, sebuah ikatan sosial yang menjadi fondasi penting bagi ketahanan dan kemajuan desa.(*)
Kontributor: Agus
Editor: Abdel Rafi



