
BLITAR, CAKRAWARTA.com – Di sudut Dusun Barurejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, suara cangkul dan adukan semen terdengar sejak pagi, Jumat (13/2/2026). Sejumlah prajurit bersama warga tampak membangun pondasi kamar mandi, cuci, kakus (MCK) milik seorang warga lanjut usia, Mbah Sinem.
Pembangunan itu menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0808/Blitar. Di antara berbagai sasaran fisik, pembangunan fasilitas sanitasi sederhana ini menjadi wujud perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Pasiter Kodim 0808/Blitar Kapten Inf Suwito mengatakan bahwa TMMD tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga fasilitas mendasar yang langsung berdampak pada kualitas hidup warga.
“Ketersediaan MCK yang layak merupakan faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penyakit,” ujarnya.
Bagi Mbah Sinem, kehadiran MCK permanen bukan sekadar bangunan tambahan. Selama ini, ia harus menggunakan fasilitas seadanya yang kurang memenuhi standar sanitasi. Dengan pembangunan pondasi baru, diharapkan hunian sederhana yang ia tempati menjadi lebih sehat dan aman.
Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong. Prajurit TNI membaur dengan warga, mengaduk semen, menyusun batu bata, dan merapikan struktur pondasi. Kebersamaan itu mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi ruh program TMMD.
Menurut Suwito, pendekatan tersebut penting agar pembangunan desa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memperkuat partisipasi dan rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.
Melalui TMMD ke-127, Kodim 0808/Blitar berharap intervensi sederhana seperti pembangunan MCK dapat memberi dampak berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan di wilayah pedesaan.
Di tengah geliat pembangunan desa, pondasi MCK di rumah Mbah Sinem menjadi simbol bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan warga bisa dimulai dari hal paling mendasar: akses terhadap sanitasi yang layak.(*)
Kontributor: Agus
Editor: Abdel Rafi



