Sunday, February 15, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahDPRD Bekasi Ajak KBPII Perkuat Kolaborasi, Hadapi Krisis Lingkungan hingga Kekurangan Guru

DPRD Bekasi Ajak KBPII Perkuat Kolaborasi, Hadapi Krisis Lingkungan hingga Kekurangan Guru

Anggota DPRD Kota Bekasi Evi Mafriningsianti saat menjadi saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Pendidikan bertema “Mewujudkan Bekasi Cerdas Iman dan Ilmu dengan Optimalisasi Kolaboratif” yang digelar Pengurus Daerah KBPII Bekasi Raya di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (14/2/2026). (foto: Ahmad Toha A)

BEKASI, CAKRAWARTA.com – Anggota DPRD Kota Bekasi Evi Mafriningsianti mengajak Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menjawab berbagai persoalan strategis di Kota Bekasi, mulai dari krisis lingkungan hingga kekurangan tenaga pendidik.

Ajakan itu disampaikan Evi saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Pendidikan bertema “Mewujudkan Bekasi Cerdas Iman dan Ilmu dengan Optimalisasi Kolaboratif” yang digelar Pengurus Daerah KBPII Bekasi Raya di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat, hari ini, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Evi, Kota Bekasi tengah menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan kepemudaan.

“Kota Bekasi sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan sampah hingga keterbatasan tenaga pendidik. Ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan kolaborasi semua elemen, termasuk organisasi seperti KBPII,” ujar Evi, yang juga menjabat Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi.

Ia mencontohkan persoalan sampah yang semakin mendesak, termasuk volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Menurut dia, kondisi itu menuntut perubahan pola pikir dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Evi mendorong KBPII tidak hanya menjadi wadah alumni, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah melalui penguatan pemikiran, gerakan sosial, dan pembinaan moral generasi muda.

Ia juga mengajak kader KBPII memulai perubahan dari langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam setiap kegiatan organisasi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi Arwani, yang turut menjadi pembicara, menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam membina karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial.

Menurut Arwani, organisasi kepelajaran memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, adaptif, dan memiliki daya tahan moral yang kuat.

Sementara itu, pengamat pendidikan Tuty Mariyani menilai organisasi kepelajaran perlu mengembangkan pola kaderisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk dengan memperkuat aspek kewirausahaan.

“Kaderisasi perlu diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelantikan Pengurus Daerah KBPII Bekasi Raya periode 2026-2030. Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, jajaran pemerintah daerah, serta ratusan aktivis dan alumni Pelajar Islam Indonesia.

Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagai fondasi masa depan Kota Bekasi.(*)

Kontributor: Ahmad Toha A

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular