
SEOUL, CAKRWAWARTA.com – Rumor kencan yang menyeret nama San ATEEZ mencuat di tengah gelaran Milan Fashion Week. Spekulasi itu bermula dari sebuah video yang memperlihatkan San berjalan bersama seorang perempuan di Italia.
San diketahui hadir di Milan untuk menghadiri peragaan busana Dolce & Gabbana sebagai brand ambassador. Dalam video yang beredar secara daring, idol asal Korea Selatan tersebut terlihat berjalan berdampingan dengan seorang perempuan.
Potongan video itu kemudian memicu spekulasi di kalangan pengguna media sosial. Sejumlah warganet menduga perempuan tersebut memiliki hubungan romantis dengan San.
Namun, agensi San, KQ Entertainment, Sabtu (26/9/2026), membantah dugaan tersebut.
KQ Entertainment menjelaskan, perempuan yang terlihat bersama San merupakan perwakilan lokal dari Dolce & Gabbana. Ia disebut membantu San ketika sedang berbelanja selama berada di Italia.
Agensi juga menegaskan bahwa keberadaan staf San sebenarnya terlihat dalam video tersebut. Manajer dan tim keamanan San disebut berjalan tidak jauh di belakang keduanya.
Klarifikasi itu sekaligus membantah anggapan bahwa San sedang menjalani kencan secara diam-diam di Milan.
San kemudian ikut memberikan penjelasan kepada penggemarnya melalui platform komunikasi penggemar Fromm. Ia memastikan bahwa rumor yang beredar di dunia maya tersebut tidak berdasar.
Isu tersebut kembali menjadi perhatian karena interaksi sederhana seorang idol dengan orang lain dapat dengan cepat berkembang menjadi spekulasi hubungan pribadi di media sosial.
Dalam kasus San, penjelasan dari KQ Entertainment dan pernyataan langsung sang idol menjadi klarifikasi atas video yang sebelumnya memicu rumor.
San merupakan anggota ATEEZ, grup K-pop yang berada di bawah naungan KQ Entertainment. Kehadirannya di Milan Fashion Week merupakan bagian dari aktivitasnya sebagai representasi Dolce & Gabbana.
Peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana potongan video tanpa konteks dapat memunculkan berbagai asumsi di ruang digital sebelum informasi mengenai situasi sebenarnya tersedia.
“Let them live, let them breathe.” Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kembali munculnya perdebatan mengenai batas antara kehidupan publik seorang idol dan ruang pribadinya.(*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel








