Berita Terpercaya Tajam Terkini

REKAN Indonesia Tangsel Sesalkan Puskesmas Pondok Benda Rujuk Lepas Pasien Suspect Covid-19

ilustrasi. (foto: istimewa)

 

PAMULANG – Wabah Covid-19 yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan tata cara penanganan pasien suspect guna mencegah terjadinya penyebaran virus SARS COV-2 penyebab penyakit Covid-19.

Badan Kesehatam Dunia WHO mencatat kasus meninggal sebanyak 6.515 di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia angka penderita juga semakin meningkat. Data pemerintah, Senin (16/3/2020) kasus positif sudah mencapai 134 kasus, 5 kasus menyebabkan kematian dengan 8 orang dinyatakan sembuh.

Di tengah melonjaknya kasus dan pemerintah juga sedang meningkatkan kewaspadaan, ternyata masih ada petugas kesehatan yang belum memahami standar operasional penanganan dan penanggulangan kasus. Hal ini terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten dimana ada warga DKI berusia 60 tahun didiagnosa suspect SARS-COV2 saat diperiksa di Puskesmas Pondok Benda dan oleh puskesmas di rujuk lepas untuk mencari sendiri RS yang ditunjuk untuk menangani Covid-19.

“Dengan diantar anak pasien menggunakan mobil pribadi, warga DKI suspect tersebut ternyata tidak mendapatkan pelayanan yang diharapkan karena semua RS yang didatangi menyatakan penuh,” papar Deni Martini, Ketua Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Tangsel dalam siaran persnya, hari ini, Senin (16/3/2020).

Deni menjelaskan, bahwa warga DKI tersebut pada tanggal 15 Maret 2020 berkunjung ke rumah anaknya di Tangsel. Saat sedang berkunjung sore hari ia mengeluh demam dan terasa sulit bernafas. Jam 20.00 WIB, oleh anaknya dibawa ke UGD Puskesmas Pondok Benda dengan keluhan demam, sesak nafas, batuk, dan perih saat menelan.

Oleh Puskesmas dilakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan didiagnosa suspect Covid-19. Apalagi dia juga bercerita sebelumnya pernah bertemu dengan saudaranya yang bekerja di luar negeri.

“Pihak keluarga sudah mencoba berkoordinasi dengan dinas kesehatan Tangsel dan RSUD Tangsel tapi tidak ada tanggapan. Selain itu juga mengkontak 112 dan 119 juga sama, tidak mendapat respon bahkan jam 5 kembali dikontak juga tetap tidak ada respon,” papar Deni mengutip keterangan sang anak.

Masih menurut Deni, karena sampai jam 5 tidak ada respon apapun dan kondisi sang suspect makin lemas. Maka pihak keluarga memutuskan rujuk lepas agar bisa dibawa ke RS di Jakarta. Puskesmas pun memperbolehkan rujuk lepas.

“Di Jakarta ternyata tidak bisa mendapat tindakan apapun karena mulai dari RS Fatmawati, RSUD Pasar Minggu, RS Polri Kramat Jati, dan RS Persahabatan semua tidak dapat menerima karena semua RS tadi posisi penuh,” tambah Deni.

Deni bercerita, Senin (16/3/2020) pagi, sang anak menghubungi call center REKAN Indonesia dimana langsung berkoordinasi dengan Dinkes DKI. Akhirnya petugas kesehatan RS Persahabatan menemui sang suspect di parkiran RS Persahabatan. Petugas menerangkan bahwa RS sudah penuh dan tidak bisa melakukan tindakan pemeriksaan lanjut karena banyak pasien positif Covid-19 yang sedang ditangani. Tidak lama berselang Dinkes DKI menelpon sang anak dan mengarahkan agar Ir di isolasi di rumah dan pemeriksaan akan dilakukan oleh Pusskesmas terdekat.

Comments are closed.