Monday, March 4, 2024
HomeSains TeknologiKesehatanREKAN Indonesia: Puskesmas Belum Kelar Kok Dipaksa Beroperasi?

REKAN Indonesia: Puskesmas Belum Kelar Kok Dipaksa Beroperasi?

Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia dalam sebuah aksi membela hak-hak publik terutama di sektor kesehatan.
Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia dalam sebuah aksi membela hak-hak publik terutama di sektor kesehatan.

JAKARTA – Pembangunan 18 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta terus dipantau publik. Salah satu yang melalukannya adalah organisasi nirlaba Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia. Apalagi dalam konteks pembangunan 18 puskesmas tersebut terdapat dugaan korupsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Nasional Rekan Indonesia, Agung Nugroho. Menurut Agung, hasil investigasi Rekan Indonesia hari ini , Kamis (10/8/2017) menemukan masih ada puskesmas yang belum 100% selesai pembangunannya namun dipaksa beroperasi sejak Senin (7/8/2017) lalu.

“Hasil investigasi kami menemukan beberapa puskesmas di 5 wiayah DKI yang belum selesai 100% pembangunannya. Ada yang pintunya belum terpasang, ada yang pipanya bocor, ada yang liftnya belum bisa dioperasikan bahkan ada yang saluran telepon dan smoke detector yang belum terpasang” ungkap Agung di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (10/8/2017) melalui keterangan tertulis yang diterima tim redaksi cakrawarta.com

Masih menurut Agung, bahwa puskesmas yang belum selesai tersebut rata-rata baru mengoperasikan lantai 1 saja untuk pelayanan umum. Sementara untuk lantai 2 sampai lantai 5 masih belum bisa digunakan.

Agung juga mengungkapkan bahwa puskesmas tersebut baru beroperasi hari Senin lalu namun masih juga ada puskesmas yang baru akan beroperasi senin minggu depan.

“Seperti Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, disana liftnya belum bisa beroperasi karena baru memasang dinding dan lantai lift saja. Begitu juga Puskesmas Cilincing yang bocor pipa airnya sehingga temboknya rembes oleh air,” papar Agung.

Selain menemukan kondisi bangunan yang belum 100% selesai pembangunannya. Rekan Indonesia dalam investigasinya juga mendapat keterangan dari beberapa kepala puskesmas bahwa mereka dipaksa untuk segera pindah dan segera beroperasi.

Perintah pindah segera dan beroperasi segera menurut hasil investigasi Rekan Indonesia berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI.

“Kami memang mendapat keterangan dari beberapa kepala puskesmas yang masih memiliki hati nurani bahwa mereka dipaksa untuk segera pindah dan beroperasi. Padahal menurut mereka pembangunan gedung puskesmasnya belum selesai 100%” ujar Agung.

Agung menambahkan bahwa dari keterangan beberapa kepala puskesmas tersebut disebutkan bahwa itu perintah dari kadis kesehatan DKI.

“Kami menduga bahwa ada upaya dari dinkes DKI untuk merekayasa seakan akan puskesmas sudah selesai pembangunannya dengan memaksa puskesmas tersebut segera beroperasi. Terkait temuan Rekan Indonesia akan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan puskesmas tersebut” ujar Agung.

“Apalagi terbukti bahwa PPK telah melakukan keputusan yang tidak ada dalam peraturan terkait kontrak pengerjaan bangun dengan kontraktor yaitu melakukan perpanjangan waktu pengerjaan selama 90 hari dengan alasan perawatan” ujar Agung mengakhiri keterangannya

Berikut hasil investigasi Rekan Indonesia terhadapa pembangunan puskesmas yang diduga sarat unsur korupsinya.

Jakarta Timur:

Puskesmas Kramat Jati – Kondisi Lt. 2 dan Lt. 3 pemasang pintu belum selesai.

Puskesmas Matraman – Kondisi masih finishing pemasangan pintu2 pada lt.3 sampai lt.5

Puskesmas Ciracas – Lt.2 pintu blm terpasang.

Jakarta Selatan :

Puskesmas Jagakarsa – Kondisi Lift masih proses pemasangan alat dan belum shg blm bisa di uji coba, telp masih dalam proses penyambungan, smoke detector juga masih dlm proses pemasangan.

Jakarta Pusat :

Puskesmas Cempaka Putih – Lift belum berfungsi dan baru selesai tahap pemasangan dinding dan lantai.

Jakarta Utara

Puskesmas Cilincing – Kondisi Pipa Air Bocor Sehingga rembes ke tembok.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular