Monday, January 12, 2026
spot_img
HomePendidikanPWNU Jatim Ajak Gen Z NU Meriahkan Satu Abad Nahdlatul Ulama lewat...

PWNU Jatim Ajak Gen Z NU Meriahkan Satu Abad Nahdlatul Ulama lewat Festival Prestasi

Salah satu poster lomba bikin video pendek dalam rangka menyemarakkan satu abad NU yang diselenggarakan PWNU Jatim. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Jawa Timur mengajak generasi muda NU untuk menyemarakkan peringatan Satu Abad NU (1926–2026) melalui Festival Gen Z Islami Nahdlatul Ulama (GenZI-NU). Festival ini dirancang sebagai ruang ekspresi dan prestasi anak muda NU melalui beragam lomba yang memadukan tradisi pesantren dan tantangan zaman digital.

Koordinator Festival GenZI-NU HM Noor Harisudin mengatakan, festival tersebut menjadi ajang penting untuk menunjukkan wajah santri yang berakar kuat pada tradisi sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Anak-anak muda NU kami dorong untuk menunjukkan prestasi melalui berbagai lomba, mulai dari lalaran Alfiyah, qiraatul kutub, pidato bahasa Arab dan Inggris, hingga kompetisi kecerdasan buatan dan lomba video pendek,” kata Noor Harisudin di Surabaya, Senin (12/1/2026).

Poster Lomba Lalaran Alfiyah satu abad NU oleh PWNU Jatim. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

Menurut Wakil Sekretaris itu, panitia menargetkan masing-masing 100 peserta untuk lomba pidato bahasa Arab dan Inggris, kompetisi AI, serta lomba video pendek. Adapun lomba lalaran Alfiyah dan qiraatul kutub diharapkan diikuti sekitar 60 pesantren dari berbagai daerah.

Ia menegaskan, lomba-lomba berbasis kitab kuning merupakan upaya merawat pilar utama tradisi pesantren. “Lalaran Alfiyah dan qiraatul kutub adalah fondasi keilmuan pesantren yang harus terus hidup di kalangan santri muda,” ujarnya.

Guru Besar UIN KH Achmad Siddiq Jember itu juga menilai kemampuan berbahasa asing penting ditampilkan. “Santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga piawai berbahasa Arab dan Inggris,” kata alumni Pesantren Kajen Pati, Rembang, dan Sukorejo Situbondo tersebut.

Selain itu, kompetisi AI dan lomba video pendek dinilai relevan dengan realitas generasi digital. “Ini penegasan bahwa santri dan alumni pesantren juga melek teknologi. Dunia digital adalah keniscayaan masa depan,” ujar Noor Harisudin.

Pendaftaran lomba dibuka pada 8-25 Januari 2026, dengan babak penyisihan daring pada 26-30 Januari 2026. Final lomba akan digelar secara luring di Kampung Coklat, Blitar, pada 6 Februari 2026. Usia peserta untuk sebagian besar lomba ditetapkan 18-21 tahun.

Untuk lomba lalaran Alfiyah, peserta tampil berkelompok dengan 15 orang per tim. Lomba pidato bahasa Arab dan Inggris mengangkat tema “Masa Depan NU Menurut Saya”, berdurasi tujuh menit dan diunggah secara daring. Sementara itu, lomba qiraatul kutub menggunakan kitab Fathul Qorib dengan durasi 10 menit.

Kompetisi AI bertajuk AI Boot Camp Competition akan berlangsung 5-7 Februari 2026 di Kampung Coklat, Blitar. Kegiatan ini menyasar pelajar SMA, mahasiswa, serta pendidik Ma’arif, dan dikoordinasikan oleh IPNU-IPPNU.

Poster lomba AI terkait satu abad NU yang diselenggarakan oleh PWNU Jatim. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

Adapun lomba video pendek Reels Instagram dapat diikuti melalui pendaftaran daring. Peserta diminta mengunggah karya pada 11-25 Januari 2026, dengan pengumuman pemenang pada 31 Januari 2026. Hadiah akan diserahkan pada 7 Februari 2026.

“Melalui visual, para santri dan kader muda NU bisa bercerita tentang tradisi, kontribusi, dan peran NU dalam membangun peradaban. Bahkan, peserta dapat melakukan historical trip ke sejumlah lokasi bersejarah NU di Surabaya,” kata Noor Harisudin mengakhiri keterangannya.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular