Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pulang, Jamaah Umroh Ini Katakan Semua Masih Tampak Normal dan Biasa Saja

 

Foto keadaan Ka’bah dan Kompleks Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia, Jumat (6/3/3/2020) dini hari jelang subuh waktu setempat. (foto: Salim A Fillah/instagram)

JAKARTA – Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia (KSA) meningkatkan perluasan calon jamaah yang dilarang untuk umroh. Jika sebelumnya ada beberapa negara yang masuk daftar cekal jamaahnya untuk masuk Arab Saudi, maka mulai Rabu (4/3/2020) larangan serupa diberlakukan pula untuk warga mereka sendiri. Dalam resmi Kementerian Luar Negeri KSA, mereka menyatakan bahwa “#SaudiArabia temporarily suspends umrah to Makkah and visits to the Prophet’s mosque in Medina for citizens and residents of the Kingdom of Saudi Arabia to prevent the spread of #coronavirus.

Tak pelak beredar informasi keliru (hoax) soal penundaan tersebut akan berlaku selama setahun. Belum lagi, tentunya hal simpang siur informasi sehingga menimbulkan keresahan publik yang tetap dibumbui banyaknya hoax yang beredar itu.

Untuk menguji bagaimana keadaan di lapangan, tim redaksi cakrawarta.com, Jumat (6/3/2020) pagi mewawancarai JA, seorang jamaah umroh yang baru saja pulang dari Saudi. Wanita berusia 64 tahun itu, baru saja landing di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dirinya bersama jamaah lain berangkat pada 25 Februari 2020 lalu. Menurutnya tidak ada “keresahan” atau “kepanikan” seperti yang terjadi di dunia maya karena dirinya fokus beribadah dan tidak aktif di media sosial selama umroh berlangsung.

“Situasi umroh  biasa-biasa saja. Hanya makin lama jamaah makin sepi. Untuk sanitasi memang terlihat ditingkat di areal Masjidil Haram. Terlihat petugas kebersihan menyemprotkan cairan yang entah apa. Lantai masjid dan masjid sendiri selalu bersih seperti biasa juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, petugas di Saudi biasa saja memperlakukan diri dan jamaah umroh lainnya. Tidak ada petugas kesehatan khusus yang melakukan intensitas pemeriksaan diluar yang biasa terjadi pada jamaah umroh.

“Tak ada petugas kesehatan yang cek kami. Bahkan masih banyak orang yang tidak bermasker kok,” imbuh wanita asal Depok Jawa Barat itu.

Saat dirinya tiba di terminal kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta, petugas bandara menurutnya juga berlaku seperti biasa. Hanya ada tambahan yaitu disediakan standing hand sanitizer setelah pemeriksaan imigrasi.

“Jadi memang ada pos dan petugas kesehatan saat kami datang. Tapi mereka hanya duduk saja di posnya,” pungkasnya.

(bm/bti)

Comments are closed.