Tuesday, June 18, 2024
spot_img
HomePendidikanProgram #MenyapaNegeriku Dapat Animo Tinggi Masyarakat

Program #MenyapaNegeriku Dapat Animo Tinggi Masyarakat

Kepulauan Anambas menjadi salah satu daerah tujuan program #menyapanegeriku
Kepulauan Anambas menjadi salah satu daerah tujuan program #menyapanegeriku

JAKARTA – Program #menyapanegeriku yang merupakan inisiasi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ditjen SDID) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendapatkan animo yang sangat tinggi dan diluar prediksi. Menurut Dirjen SDID, Ali Ghufron Mukti, sejatinya program ini akan ditutup masa pendaftarannya pada 20 November 2015 tetapi target 3000 pendaftar malah melonjak mencapai angka 25.000 sehingga penutupan pendaftaran dipercepat.

“Sampai Senin (9/11) pukul 11.30 WIB saja pendaftar mencapai lebih dari 25.000 pendaftar. Penutupan pendaftaran program #menyapanegeriku rencananya akan dilakukan pada tanggal 20 November 2015, dan pengumuman pada tanggal 21 November 2015, namun dikarenakan animo yang membesar serta telah melebihi ekspektasi, dan menimbang dibutuhkan proses selsksi yang memadai dan objektif maka Ditjen SDID untuk mengumkan kepada publik untuk mempercepat penutupan pendaftaran Jumat (13/11) kemarin. Saat ini tahap seleksi peserta sedang dilakukan,” ujar Ghufron kepada cakrawarta.com di kantornya, Selasa (17/11).

Ghufron menambahkan, sosialisasi program #menyapanegeriku ini dilakukan secara masif melalui sarana media sosial (medsos). Menurut data dari Ditjen SDID sosialisasi #menyapanegeriku telah menjangkau lebih dari 1.500.000 pengguna akun Facebook se-Indonesia. Angka tersebut dikatakan terus bertambah, terlebih bila memperhitungkan angka jangkauan dari Twitter dan pemirsa Youtube yang mencapai lebih dari 7.500 viewers.

“Sebagai informasi angka ini menunjukan animo postif publik terhadap program Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, yang kelak akan bermuara pada persepsi atau kesan yang baik terhadap kinerja pemerintah,” imbuh Ghufron.

Pihak Ditjen SDID menyatakan bahwa fenomena besarnya animo publik tersebut merupakan metode atau pengalaman terbaik dari sisi sosialisasi program, dan cara serupa dapat diduplikasi guna mendesiminasikan program unggulan Kemenristek Dikti yang lain.

“Sebagai rekomendasi, dengan kondisi saat ini, dimana publik tengah memperhatikan Kemristekdikti, baik kiranya dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program unggulan lainnya yang diampu oleh Kemristekdikti,” pungkasnya.

Untuk diketahui, implementasi program ini adalah menjaring minat dan keikutsertaan publik untuk hadir berbagi inspirasi sekaligus melihat perjalanan program Sarjana Mendidik untuk Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) yang telah berjalan selama ini. Program ini memiliki harapan agar publik medapatkan pemahaman yang baik dan positif terhadap program pemerintah. Selain itu juga program ini menyediakan sarana bagi publik untuk lebih memahami keragaman dan kondisi Indonesia saat ini. Hal ini sejalan dengan cita kedua dan kedelapan Nawacita Pemerintah Republik Indonesia, yaitu terkait dengan “membangun Indonesia dari pinggiran’ dan “melakukan revolusi karakter bangsa”, dimana di dalamnya lekat dengan kondisi cinta tanah air.

Adapun daerah yang menjadi tujuan dari program #menyapanegeriku adalah sebagai berikut:

  1. Kabupaten Simelue, Aceh Barat
  2. Kabupaten Aceh Timur, Aceh
  3. Kabupaten Kep. Anambas, Prov. Kep. Riau
  4. Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
  5. Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara
  6. Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT)
  7. Kabupaten Sumba Timur, NTT
  8. Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
  9. Kabupaten Sorong, Papua Barat
  10. Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat
  11. Kabupaten Jayawijaya, Papua.

(btp/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular