Sunday, July 14, 2024
spot_img
HomeEkonomikaPesan Ideologis Untuk Importir Indonesia

Pesan Ideologis Untuk Importir Indonesia

Prof. Sri Edi Swasono
Prof. Sri Edi Swasono

JAKARTA – Ekonom Prof. Sri Edi Swasono menyatakan sangat prihatin tatkala momentum peringatan Hari Batik Nasional tahun ini justru mayoritas dari publik Indonesia justru memakai batik impor dari Cina.

“Ada catatan kecil dari sebuah media besar nasional yang nyatakan kita beramai-ramai peringati Hari Batik Nasional justru dengan baju batik bikinan Tiongkok,” ujar Sri Edi Swasono di Jakarta, Sabtu (3/10).

Ekonom Universitas Indonesia itu menceritakan bahwa dirinya pada tahun 1980 diminta Presiden Soeharto untuk menyampaikan pesan ke pemerintah Jepang  meminta Jepang membeli beras Indonesia. Tentu permintaan  ini sulit dikabulkan Jepang karena akan merugikan petani Jepang.

“Petani Jepang dilindungi negaranya. Koperasi Petani Jepang (Zennoh) sangat disegani pemerintah maupun Diet Jepang. Sampai sekarang perlindungan ini efektif, juga karena nasionalisme para importir Jepang,  yang tahu bagaimana mengutamakan kepentingan nasional Jepang,” imbuhnya.

Nasionalisme seperti itulah yang dinilai oleh Sri Edi tidak ada di Indonesia, baik pemerintah maupun importir Indonesia.

“mbok ya importir kita nasionalistis, jangan asal cari duwit doang yang mematikan industri rakyat dalam negeri. Lalu pemerintah dan perbankan kita bujuk untuk dukung serius tingkatkan produksi nasional kita. Bank jangan terdikte jadi rent-seekers belaka. Daulat Rakyat pasal 33 dari konstitusi kita lah yang diutamakan, jangan Daulat Pasar,” pungkasnya.

(ses/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular