Wednesday, January 28, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaPeringatan 1.000 Hari Wafatnya KH Romli Fakhri, Ulama Bata-Bata Pamekasan Tekankan Pentingnya...

Peringatan 1.000 Hari Wafatnya KH Romli Fakhri, Ulama Bata-Bata Pamekasan Tekankan Pentingnya Niat dan Ilmu

RKH Abd. Majid Abd. Rahman asal Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan saat menghadiri momen sakral peringatan 1.000 Hari wafatnya ulama asal Bangkalan, KH Romli Fakhri di kompleks Ponpes Nurul Ulum Tagrinih, Kokop Bangkalan, Rabu (28/1/2026). (foto: Samsul Arifin)

BANGKALAN, CAKRAWARTA.com – Ulama kharismatik RKH Abd. Majid Abd. Rahman dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan menekankan pentingnya niat yang lurus, penghormatan terhadap orang saleh, serta kemuliaan ilmu dan pengajarnya dalam ceramah pada peringatan 1.000 hari wafatnya KH Romli Fakhri di Pondok Pesantren Nurul Ulum Tagrinih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (28/1/2026).

Dalam ceramahnya, RKH Abd. Majid Abd. Rahman yang juga merupakan Dewan Pembina DPP IKABA itu menyampaikan bahwa kehadiran jamaah dalam majelis orang saleh bukan semata kegiatan seremonial, melainkan ibadah yang mengandung keberkahan besar apabila dilandasi niat yang benar.

“Bukan KH Romli yang membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan karomah-karomah beliau,” ujar Abd. Majid Abd. Rahman di hadapan ribuan jamaah yang hadir.

Ia membuka ceramah dengan doa, memohon agar seluruh jamaah dianugerahi keberkahan hidup serta diridhai Allah SWT di dunia dan akhirat. Dengan sikap tawadhu alias rendah hati, ia juga menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa banyak sosok lain yang lebih pantas menyampaikan nasihat di majelis tersebut.

Menurutnya, KH Romli Fakhri merupakan sosok ulama yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga mushlih, yakni aktif memperbaiki masyarakat melalui dakwah dan pendidikan. Oleh karena itu, amal dan pahala KH Romli, kata dia, terus mengalir melalui lembaga pendidikan, masjid, santri, serta dakwah yang ditinggalkannya.

“Ilmu yang diamalkan oleh murid-muridnya membuat derajat beliau terus meningkat,” ujarnya.

Abd. Majid Abd. Rahman juga mengutip sebuah hadis yang menyebutkan bahwa karomah pertama orang saleh yang wafat adalah ampunan Allah bagi orang-orang yang menshalatinya. Ia menegaskan, kehadiran dan doa jamaah dalam peringatan wafat ulama merupakan jalan untuk memperoleh maghfirah Allah SWT.

Dalam ceramah tersebut, ia turut mengingatkan keutamaan pencari dan penyebar ilmu. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa para malaikat membentangkan sayapnya bagi penuntut ilmu sebagai bentuk keridhaan. Karena itu, menurut dia, meremehkan pencari ilmu sama dengan meremehkan kemuliaan yang dijaga para malaikat.

Ia menambahkan bahwa kewajiban mengajar tidak dapat ditawar. Mengajar, kata dia, tidak harus dilakukan di lembaga formal, tetapi bisa dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga ruang-ruang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Mengajar apa saja yang kita ketahui, meski hanya satu ayat atau satu doa, tetap bernilai ibadah jika diniatkan mencari ridha Allah,” ujarnya.

Peringatan 1.000 hari wafatnya KH Romli Fakhri tersebut diikuti para kiai, santri, alumni, serta masyarakat sekitar. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan pengharapan agar nilai-nilai keilmuan serta keteladanan KH Romli Fakhri terus hidup dan diwariskan lintas generasi.(*)

Kontributor: Samsul Arifin

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular