Monday, April 15, 2024
HomePolitikaPembiaran Gawat Darurat Asap Adalah Genosida

Pembiaran Gawat Darurat Asap Adalah Genosida

dr Ali Mahsun, Ketua Sekber Rembug Nasional Tokoh Bangsa.
dr Ali Mahsun, Ketua Sekber Rembug Nasional Tokoh Bangsa.

JAKARTA – Lambannya penyelesaian kasus asap di Sumatera dan Kalimantan yang hingga berbulan-bulan membuat banyak pihak khawatir. Pemerintah tak ayal menjadi sarang kritik dan protes keras karena makin hari korban berjatuhan terutama anak-anak karena terkena ISPA dan meninggal bertambah. Kritik keras itu keluar dari dr. Ali Mahsun, Ketua Sekber Rembug Nasional Tokoh Bangsa. Ditemui di Jakarta, Kamis (22/10) malam, Ali Mahsun menyampaikan pesan keras kepada pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai melakukan pembiaran terhadap kondisi gawat darurat asap ini.

“Indonesia terancam Loss Generation akibat gawat darurat asap yang semakin menggila di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Maluku Utara. Kasat mata Indonesia tak berdaulat terhadap kongsi kapitalis multinasional pembakar hutan. Pemerintah tak berdaya hadapi perusahaan raksasa pembakar hutan. Pembiaran dan atau kelambanan penanganan gawat darurat asap dapat dikategorikan tindakan genosida bangsa Indonesia. Hal ini jelas dan tegas melanggar Pancasila dan UUD 1945″, ujar Ali Mahsun dengan tegas.

Menurut Ali Mahsun, rezim Jokowi-JK terkesan menganggap enteng soal gawat darurat asap di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Maluku Utara yang makin membara. Jokowi-JK dinilai lebih mementingkan siaga I sepakbola Piala Presiden. Padahal gawat darurat asap bukan hanya masalah ekonomi belaka, lebih dari itu, merupakan masalah sosial dan kesehatan yang sangat besar yang mengancam jutaan nyawa dan bisa akibatkan genosida bangsa Indonesia.

“Rezim Jokowi-JK tak miliki sense of crisis, tak miliki sense of priority, tak miliki sense of leadership. Jika memang tidak mampu dan atau tidak tahu apa yang harus dilakukan, demi dan untuk masa depan Indonesia, lebih arif, bijaksana dan terhormat Jokowi-JK segera mundur dengan legowo sebagai Presiden dan Wapres RI, dan minta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia. Jika tidak maka INDONESIA terancam hancur dan mengalami disintegrasi bangsa,” pungkas Ali dokter ahli kekebalan tubuh yang juga Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) ini.

(am/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular