Sunday, February 25, 2024
HomePolitikaDaerahNama Yusril Menghilang, La Nyalla Pertanyakan Rekom Ijtima' Ulama

Nama Yusril Menghilang, La Nyalla Pertanyakan Rekom Ijtima’ Ulama

La Nyalla Matalitti. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Pada Ijtima’ Ulama yang digelar GNPF Ulama memang telah menghasilkan rekomendasi bakal cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang yaitu Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Seggaf Jufri dan da’i kondang Ustadz Abdul Somad.

Secara halus, Ustadz Abdul Somad sudah menyatakan tidak bersedia maju di Pilpres, meski tak secara tersurat. Ia menyatakan minta didoakan jadi ustadz sampai akhir hayat. Kini tinggal pasangan Prabowo-Salim Seggaf yang tersisa dari rekomendasi Ijtima’ Ulama tersebut.

Apakah pasangan ini benar-benar akan dideklarasikan dan maju dalam Pilpres 2019 nanti? Inilah jawaban yang disampaikan salah satu tokoh penggerak GNPF La Nyalla Mahmud Mattalitti.

“Ustadz Abdul Somad sudah menolak, dan ini disampaikan dalam beberapa kesempatan dan saya dengar Prabowo juga enggan untuk berpasangan dengan Salim Seggaf Jufri. Ini menjadi situasi yang aneh dan sulit, sepertinya akan ada kejutan pasangan yang akan maju dalam Pilpres 2019 nanti,” ujar La Nyalla dalam keterangannya kepada redaksi cakrawarta.com, Kamis (2/8/2018).

Menurut pria yang akan maju dalam pertarungan DPD-RI ini, keputusan Ijtima Ulama ini juga diluar nalar.

“Dalam rakornas PA 212 bulan Mei kemarin, sudah sepakat bahwa ada rekomendasi lima nama untuk jadi Capres dan ada sembilan nama yang akan diperjuangkan untuk menjadi cawapres. GNPF Ulama dan PA 212 ini berisikan nama-nama sebagian besar sama. Lha, ini ujug-ujug nama Ustadz Abdul Somad dan Salim Seggaf muncul dan langsung disetujui, ada apa ini?” tanyanya.

Ketua Kamar Dagang Jawa Timur ini menambahkan bahwa dalam Rakornas PA 212 yang diselenggarakan di Cibubur pada 29 Mei 2018 yang lalu, telah merekomendasikan beberapa nama capres seperti Habib Rizeq Shihab, Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, Tuan Guru Bajang dan Zulkifli Hasan.

Selain nama-nama tersebut untuk capres, sejumlah nama juga direkomendasikan untuk diusung pada Pilpres 2019 mendatang seperti Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Tuan Guru Bajang, Anies Matta, Zulkifli Hasan, Eggi Sudjana, Bachtiar Nasir dan Prabowo Subianto.

“Nah, nama Yusril Ihza Mahendra dan lain lain tiba-tiba menghilang. Koalisi keumatan yang digadang-gadang sampai hari ini juga belum pernah terbentuk secara resmi, belum ada deklarasi dan belum ada tanda tangan kesepakatan terutama pihak partai politik,” tambahnya.

Nantinya, jika ternyata pasangan yang maju dalam Pilpres 2018 tidak ada dalam rekomendasi PA 212, hal ini akan sangat disayangkan.

“Sosok hebat seperti Yusril, Anis Matta dan tokoh lain yang telah direkomendasikan PA 212 sangat layak untuk berhadapan dengan Jokowi dan didukung koalisi keumatan. Kans menangnya sangat besar. Sangat disayangkan atau ini hanya akal-akalan saja, tokoh-tokoh tersebut sengaja dihilangkan. Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

(bus/bti)

RELATED ARTICLES

Most Popular