
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menggelar Festival Al-Banjari tingkat Provinsi Jawa Timur untuk siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI), Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad sejak usia dini melalui seni shalawat.
Festival yang diasuh oleh KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong itu diikuti 40 grup shalawat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Peserta datang dari Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Tuban, Kediri, dan Jombang.
“Peserta kami batasi 40 grup, dan sebelum pendaftaran ditutup kuota sudah terpenuhi,” ujar Ketua Panitia Festival, Hafidhotun Nadhiroh.
Ia menjelaskan, festival ini digelar dalam rangka memperingati hari lahir ke-22 Pondok Pesantren Falahul Muhibbin sekaligus dies natalis ke-11 SMP Islam Mbah Bolong.
Kepala SMP Islam Mbah Bolong, Muhammad Edy Wahyudi, mengatakan festival banjari telah menjadi agenda rutin tahunan pesantren. Seiring waktu, cakupan kegiatan terus berkembang.
“Awalnya hanya lomba tingkat kabupaten, kemudian meningkat menjadi tingkat provinsi. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap seni shalawat semakin besar,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas lomba, panitia melibatkan dewan juri dari kalangan profesional dan berpengalaman di bidang seni al-banjari. “Penilaian dilakukan secara objektif dan netral,” kata Edy.
Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, KH Nur Hadi, menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak yang gemar bershalawat. Menurut Mustasyar PCNU Jombang itu, kecintaan kepada Nabi perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter.
“Anak-anak yang gemar shalawat harus diwadahi. Karena itu kami mengambil segmen usia di bawah 13 tahun, jenjang SD dan MI,” ujarnya.
Rais Syuriah MWCNU Diwek tersebut menambahkan, shalawat bukan sekadar seni, melainkan sarana menumbuhkan cinta kepada Nabi Muhammad. “Jika sejak kecil sudah terbiasa bershalawat, akar kecintaan itu akan tumbuh dan terawat dengan baik,” katanya.
Setelah seharian menampilkan kemampuan terbaiknya, dewan juri menetapkan Grup As-Salafiyah dari Surabaya sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Grup Al-Madani dari Candimulyo, Jombang, disusul Grup NQ Kids dari Mojoduwur, Jombang, sebagai juara ketiga.
Sementara itu, Grup Hubbul Wathan dari Bareng dan Grup Nurul Jadid dari Diwek meraih juara harapan. Para pemenang memperoleh uang pembinaan, trofi, dan sertifikat penghargaan.(*)
Kontributor: Farhan Rafi
Editor: Umar Faruq



