Luar Biasa! 81 Tahun Berlalu, Korea Selatan Kejar Harta Kolaborator Jepang

Presiden Korea Selatan, Lee Jay Myung saat berpidato dalam momen upacara peringatan Hari Pembebasan Korea ke-81, Sabtu (15/8/2026) waktu setempat.(foto: istimewa)

SEOUL, CAKRAWARTA.com – Delapan puluh satu tahun setelah Korea Selatan merdeka dari penjajahan Jepang, persoalan warisan kolonial belum sepenuhnya berakhir. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan pemerintahannya akan mengusut dan memulihkan aset yang diduga diperoleh secara tidak patut oleh tokoh-tokoh pro-Jepang selama masa penjajahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Lee dalam upacara peringatan Hari Pembebasan Korea ke-81 pada Sabtu (15/8/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Lee menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan aset yang diperoleh secara tidak adil oleh tokoh pro-Jepang dan anti-nasional begitu saja. Aset tersebut, kata dia, akan ditelusuri dan dipulihkan, sementara pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban.

“Kami akan memulihkan aset yang diperoleh secara tidak adil oleh tokoh pro-Jepang anti-nasional dan meminta pertanggungjawaban mereka,” kata Lee.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Korea Selatan masih menempatkan penyelesaian persoalan sejarah sebagai bagian penting dari agenda negara, meskipun kemerdekaan Korea telah berlangsung lebih dari delapan dekade.

Lee juga menegaskan aset yang berhasil dipulihkan harus dikelola secara bertanggung jawab. Pemerintah berencana menggunakan sumber daya tersebut untuk mendukung keluarga para pejuang yang berjuang demi kemerdekaan Korea.

Bagi pemerintah Lee, persoalan tersebut bukan semata perkara kepemilikan harta. Pemulihan aset juga berkaitan dengan penghormatan terhadap orang-orang yang mengorbankan diri dalam perjuangan kemerdekaan serta upaya menyelesaikan persoalan sejarah yang masih menyisakan luka.

Komitmen itu sekaligus memperlihatkan sikap Lee terhadap warisan masa kolonial Jepang. Pemerintahannya ingin memastikan bahwa kekayaan yang diduga diperoleh secara tidak adil melalui hubungan dengan pemerintahan kolonial tidak terus diwariskan tanpa proses pertanggungjawaban.

Di sisi lain, Lee menegaskan pemerintah akan terus menangani berbagai persoalan sejarah yang belum terselesaikan. Ia juga menyatakan pentingnya menjaga kehormatan para pejuang kemerdekaan dan keluarga mereka.

Kebijakan tersebut menjadi pesan kuat pada peringatan Hari Pembebasan Korea tahun ini bahw bagi Seoul, kemerdekaan tidak hanya menjadi peristiwa sejarah yang diperingati setiap 15 Agustus, tetapi juga menjadi persoalan keadilan yang warisannya masih harus diselesaikan.(*)

Kontributor: Rika

Editor: Rafel